FAKTA – Minat masyarakat terhadap layanan Bus Trans Jatim terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap moda transportasi ini kian menguat, tercermin dari jumlah pelanggan setia yang kini menembus angka enam juta penumpang per tahun.
Dari total tersebut, sebanyak 5,9 juta penumpang tercatat hanya dalam periode Januari hingga Oktober 2025. Capaian ini disampaikan Nyono dalam agenda peluncuran Bus Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya yang berlangsung di Balai Kota Malang, Kamis (20/11/2025).
Lonjakan penumpang tersebut menjadi penanda bahwa Trans Jatim telah menjelma sebagai pilihan transportasi publik yang dinilai aman, nyaman, dan terjangkau. Menyikapi tingginya animo masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dishub Provinsi Jatim kembali memperluas jangkauan layanan dengan menghadirkan Koridor 1 Malang Raya menggunakan armada baru yang diberi nama Gajayana.
Kehadiran koridor ini menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan aglomerasi Malang–Batu yang selama ini memiliki mobilitas tinggi.
Nyono menegaskan bahwa pengembangan layanan ini tidak sekadar menambah rute, melainkan juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih inklusif dan terintegrasi. Koridor 1 Malang Raya dinilai strategis karena menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat, sekaligus menjadi solusi perjalanan harian warga di wilayah tersebut.
Bus Gajayana melayani rute Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, hingga Terminal Batu, dengan harapan mampu menjadi tulang punggung transportasi publik yang andal di Malang Raya.
Nama Gajayana sendiri diambil dari Raja Kerajaan Kanjuruhan yang membawa wilayahnya mencapai masa kejayaan. Filosofi tersebut kemudian dimaknai ulang sebagai akronim “Gerbang Akses Transportasi Jawa Timur yang Andal dan Nyaman”.
Menurut Nyono, pemilihan nama ini bukan sekadar simbol, melainkan upaya menghadirkan identitas layanan transportasi modern yang tetap berakar pada sejarah dan kebanggaan lokal masyarakat Malang Raya.
Untuk mendukung operasional Koridor 1, Dishub Provinsi Jatim menyiapkan 14 armada utama dan satu armada cadangan. Seluruh bus tampil dengan warna biru khas Malang Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas daerah sekaligus kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya Aremania.
Jalur yang dilalui menghubungkan tiga terminal tipe B di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur, yakni Terminal Hamid Rusdi, Terminal Landungsari, dan Terminal Batu. Dengan konektivitas ini, pemerintah berharap terminal-terminal tersebut kembali hidup sebagai pusat aktivitas penumpang dan penggerak ekonomi lokal.
Dari sisi teknis perjalanan, waktu tempuh dari Terminal Hamid Rusdi menuju Terminal Batu diperkirakan sekitar 110 menit, sementara arah sebaliknya sekitar 100 menit.
Jarak tempuh mencapai 42 kilometer dari Hamid Rusdi ke Batu dan 39,35 kilometer dari Batu ke Hamid Rusdi. Sepanjang rute tersebut, tersedia 62 shelter dan rambu stop bus untuk memastikan pemerataan akses bagi masyarakat. Layanan beroperasi setiap hari mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WIB, dengan headway 10–15 menit pada jam sibuk dan sekitar 20 menit pada jam non-sibuk.
Dari sisi tarif, Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya tetap mengedepankan keterjangkauan dengan tarif Rp5.000 bagi penumpang umum dan Rp2.500 untuk pelajar, santri, serta mahasiswa. Sebagai bagian dari sosialisasi, Dishub Provinsi Jatim memberikan layanan gratis selama 20–26 November 2025 agar masyarakat dapat mengenal dan merasakan langsung kehadiran Bus Gajayana.
Seiring pengembangan layanan fisik, transformasi digital juga terus diperkuat melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib 2.0 yang kini telah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna. Aplikasi ini memudahkan masyarakat mulai dari pembelian tiket, informasi rute, hingga pelacakan posisi bus secara real time.
Fitur tambahan berupa peringatan lokasi rawan kecelakaan dihadirkan untuk meningkatkan rasa aman pengguna. Selain itu, terdapat fitur TRADISI atau Trans Jatim Ekspedisi yang memungkinkan pengiriman barang hingga tujuh kilogram, lengkap dengan pelacakan paket, cek tarif, serta etalase UMKM. Kehadiran iklan dalam aplikasi bahkan mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Timur.
Inovasi lain yang diterapkan pada Koridor 1 Malang Raya adalah penggunaan sistem pembayaran QRIS Tap, yang menjadi implementasi pertama di layanan Trans Jatim. Sistem ini melengkapi berbagai metode pembayaran lain seperti kartu pelanggan Trans Jatim, Kartu Multi Trip, uang tunai, e-money, hingga e-wallet. Seluruh transaksi dapat dipantau secara transparan melalui dashboard TransJatim Smart Finance.
Tidak hanya berhenti pada layanan reguler, Dishub Provinsi Jatim juga mengoperasikan Trans Jatim Luxury pada koridor dengan tingkat keterisian sangat tinggi. Layanan ini hadir dengan konfigurasi kursi 2–2 untuk kenyamanan ekstra, sekaligus membantu menekan beban subsidi pemerintah provinsi.
Keberhasilan Trans Jatim bahkan menjadikannya rujukan nasional, dengan konsep layanan yang telah direplikasi di berbagai daerah seperti Palu, Batam, Banten, hingga tengah diproses di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Dengan berbagai capaian dan inovasi tersebut, Trans Jatim kini turut mengikuti kompetisi nasional seperti Innovative Government Award dari Kemendagri dan Indeks Kualitas Kebijakan dari LAN RI.
Bagi Dishub Provinsi Jatim, perkembangan ini menjadi bukti bahwa transformasi transportasi publik yang dirancang dengan serius mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi model bagi daerah lain di Tanah Air. (nyo)






