Daerah  

Hasil Pemantau BMKG dan Kemenag Sulteng, Hilal Belum Terlihat

FAKTA – Kemenag RI serentak pada 29 Maret 2025/ melakukan pemantauan hilal di seluruh Indonesia.

Salah satu lokasi pengamatan posisi hilal adalah di Gedung Pengamatan Hisab Rukyat, Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah

Untuk hasil perhitungan astronomi, penentuan awal bulan Syawal 1446 Hijriah, pada Kalender Masehi, konjungsi geosentris atau istima terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 18.58.

Koordinator data dan informasi Stasiun Geofisika BMKG Palu, Nurhayati Pimpilemba, memaparkan, hasil pemantauan hilal di wilayah Sulawesi Tengah, Desa Marana.

Ketinggian hilal minus 2 derajat, 24 menit, 15 detik,Kemudian Bulan elongasi 2 derajat, 0 menit, 19 detik, Letaknya 0 derajat, minus 7 menit, 37 detik. Sementara/ usia bulan masih 0 derajat, minus 48 menit, 54 detik, jadi bisa dipastikan hari ini hilal tidak akan terlihat.

Sementara, Ketua Tim, Urusan Agama Islam, dan Binsar, Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Taufik Abdul Aziz SAg, mengharapkan, dalam penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah, masyarakat Sulawesi Tengah, tetap sabar menunggu hasil resmi Kementerian Agama RI. (*Mat)