Daerah  

Masyarakat Suka Bangun 2 dan Pengendara Umum Merasa Resah dengan Kehadiran Gudang Minyak 

FAKTA – Dengan kehadiran gudang Minyak Curah. Membuat Masyarakat Suka Bangun 2 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Kota Palembang Sumatera Selatan,dan Pengendara Umum Menjadi Resah, karena bekas pembersihan minyak goreng curah dan ceceran nya mengenai jalan, Sehingga jalan nya menjadi licin, menurut masyarakat disana, yang dihubungi Media Fakta, pada hari Kamis Jam. 930. wib. Tgl.15/8/2024. Mengatakan, sudah sering disini terjadi kecelakaan karena terkena licin jalan diduga terkena bekas ceceran minya goreng curah, yang mengalir ke jalan, belum lagi macet pada jam sibut, karena banyak mobil tengki masuk keluar, yang melintang kejalan ditambah lagi truk yang berbadan panjang yang mengangkut ratusan dus minyak merk kita. Dari daerah lain di pul di gudang Cv.Wiambio Makmur, disampingnya gudang tempat penampungan minyak goreng curah dan Minyak kita. Juga tempat gudang sagu, ujar beberapa pengendara yang melintas dengan hati hati, dan masyrakat disana. Lebih lanjut di katakan masyarakat. Suka Bangun 2 yanng memohon jangan di tulis jadi dirinya, mengatakan dan mengimbau kepada Lurah Sukajaya dan Camat Sukarami untuk menegur perusahan jangan seenak nya buang bekas air bekas pembersihan minyak di alir kan kejalan katanya.

Sementara itu, pemilik Cv. Wiambio Makmur. Ahai, yang di hubungi di gudang nya, pada hari kamis, tgl.15/8/2024. Jam.930. wib. yang di terima oleh orang kepercayaan bernama, Herman. Mengatakan, Kalau pak Ahai sedang tidak di tempa tolong aja kartu identitas dan hp. Ditinggal nanti saya poto dan kita sampaikan kepada bos. Selanjut nya, dikatakan Herman, memang gudang ini selain menampung minyak goreng curah, yang akan dikirim ke daerah lain dan kota Palembang dan menampung juga sagu.

Namun ketika di singgung mengenai perizinan nya, wah, kalu itu urusan, saya tudak mengetahui nya. Ujar Herman.Namun sampai berita di kirim ke redaksi, baik Herman maupun , Ahai tidak memberikan jawaban maupun konfirmasi , seolah olah dia merasa takut untuk menemui wartawa. (Ito/hai)