450 Anak Ikuti Lomba Hafiz di Pariaman, Pemko Bidik Kompetisi Tingkat Nasional

Pemerintah Kota Pariaman menutup Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik tingkat kota yang di halaman Balai Kota Pariaman, Minggu malam, 27 September 2026.(Foto: SS)

Untuk pertama kalinya, Pemko Pariaman menggelar lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik. Pemerintah daerah menjadikan kompetisi ini sebagai salah satu cara mengukur program Satu Rumah Satu Hafiz.

Pariaman, majalahfakta.id — Sebanyak 450 hafiz dan hafizah dari berbagai MDTA di Kota Pariaman memenuhi rangkaian kompetisi hafalan Al-Qur’an selama tiga hari. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Pariaman menggelar Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik tingkat kota yang ditutup pada grand final di halaman Balai Kota Pariaman, Minggu malam, 27 September 2026.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menutup langsung kompetisi tersebut. Ia mengatakan lomba hafiz bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk mendorong dan mengukur pelaksanaan program unggulan Pariaman Risalah, terutama target Satu Rumah Satu Hafiz.

“Pariaman RISALAH bukan sekadar sebuah program saja, tetapi merupakan ikhtiar untuk membangun masyarakat Kota Pariaman yang beriman, saleh, dan berakhlak,” ujar Mulyadi.

Menurut dia, kompetisi dibutuhkan untuk membangun motivasi anak-anak dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Pemerintah daerah berharap semangat berkompetisi tersebut ikut mendorong anak-anak di MDTA tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan meningkatkan kemampuan hafalan mereka.

“Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah supaya anak-anak kita yang belajar tersebut mempunyai perasaan kompetisi. Kalau sudah ada perasaan kompetisi pada diri mereka, kita berharap semua anak-anak yang ada di MDTA desa, kelurahan, dan kecamatan bisa berlomba untuk belajar menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an, minimal menghafal Juz Amma,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan pemerintah daerah ingin menyediakan fasilitas dan ruang kompetisi yang dapat mendukung target pembinaan keagamaan tersebut.

Menurut dia, Kota Pariaman tidak harus menggunakan identitas sebagai kota yang berlandaskan istilah tertentu untuk menunjukkan komitmen terhadap pembinaan keagamaan. Yang lebih penting, kata dia, pemerintah menyediakan ruang agar masyarakat, khususnya anak-anak, semakin giat membaca dan menghafal Al-Qur’an.

“Kota Pariaman adalah kota yang berkonsentrasi membina, mendukung, dan memberikan efek kejut bagaimana masyarakatnya lebih giat lagi untuk belajar membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Karena itu, kompetisi hafiz diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan perdana tahun ini. Pemko Pariaman membuka kemungkinan memperluas cakupan lomba pada masa mendatang.

Mulyadi bahkan menargetkan kompetisi tersebut dapat berkembang menjadi lomba tingkat nasional.

“Mudah-mudahan ke depannya Pemko Pariaman bisa melaksanakan lomba hafiz tingkat nasional,” katanya.

Ia menilai kompetisi perlu diperluas agar anak-anak tidak hanya menguji kemampuan di tingkat lokal. Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, akan membuka ruang bagi peserta dari luar daerah sehingga persaingan semakin luas sekaligus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan hafalan mereka.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiandi mengapresiasi penyelenggaraan lomba tersebut. Ia mengatakan kegiatan selama tiga hari telah membuat Kota Pariaman dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an dari para peserta.

“Saya sangat bangga sekali karena untuk Sumatera Barat barulah ini kabupaten/kota yang menyelenggarakan lomba hafiz antar-anak-anak kita MDTA se-Kota Pariaman selain Lomba MTQ,” kata Edy.

Ia menilai keterlibatan sekitar 450 hafiz dan hafizah menunjukkan besarnya potensi pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an di Kota Pariaman.

Menurut Edy, program Satu Rumah Satu Hafiz sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun masyarakat dengan agama sebagai salah satu pondasi.

“Sungguh tepat sekali program strategis Pemko Pariaman ini dalam membangun kotanya yang menjadikan agama sebagai pondasi sehingga pembangunan yang dilakukan itu betul-betul pembangunan yang bermakna,” ujarnya.

Dalam kompetisi perdana tersebut, peserta bertanding dalam sejumlah kategori, antara lain hafalan satu juz dengan tilawah, satu juz non-tilawah, serta kategori Hafiz Cilik.

Untuk kategori 1 Juz Tilawah Putra, juara pertama diraih Abdillah Yusuf Dahlan dari MDTA Muhajirin, Desa Kampung Baru. Juara pertama kategori putri diraih Nabila Aina Agra dari MDTA Masjid Raya Badano.

Pada kategori 1 Juz Non-Tilawah Putra, juara pertama diraih Balya Ghaziyul Furqan dari MDTA Masjid An Nur Zainul. Untuk kategori putri, juara pertama diraih Naira Henisa dari MDTA Al Furqan, Desa Cubadak Air Selatan.

Sementara kategori Hafiz Cilik, juara pertama putra diraih Hudzaifah Abdirrahman, sedangkan juara pertama putri diraih Ruqayyah.

Bagi Pemerintah Kota Pariaman, lomba tersebut menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai ruang untuk mempertemukan pembinaan keagamaan, pendidikan anak, dan program Satu Rumah Satu Hafiz dalam satu kegiatan yang terukur.

Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia berharap jumlah peserta dan gaung kegiatan dapat terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Jika rencana memperluas kompetisi hingga tingkat nasional terealisasi, lomba Hafiz di Pariaman akan memasuki tahap baru: dari ajang pembinaan lokal menjadi panggung kompetisi yang mempertemukan anak-anak penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah. (SS)