Wabup Suiasa Kunjungan Kerja Ke Kuta Selatan

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (13/9).

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (13/9).

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (13/9).
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (13/9).

GUNA memantau pelayanan publik dan menyerap aspirasi masyarakat, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (13/9). Wilayah yang disasar meliputi Desa Pecatu, UPT Puskesmas Kutsel, dan Kelurahan Benoa. Ikut mendampingi Wabup Suiasa, Asisten III, Cok Raka Darmawan, Staf Ahli, Ni Putu Dessy Dharmayanty dan Made Witna, Kabag Organisasi, Wayan Wijana. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Camat Kutsel, Made Widiana, Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya, Kepala UPT Puskesmas Kutsel, dr IGN Bagus Sasrawan Jaya, serta Lurah Benoa, Wayan Solo.

Di sela kunjungan, Wabup Suiasa menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyerap aspirasi dari sisi penyelenggaraan pemerintahan desa, kelurahan, termasuk pelayanan kesehatan. Seperti diketahui, kata dia, pelayanan di tingkat desa dan kelurahan, baik pelayanan publik kemasyarakatan maupun pelayanan kesehatan, sangat penting.

“Kami tinggal memantapkan saja. Sistem administrasi dan sistem sinergitas kinerja sumber daya manusia sudah semakin baik. Tinggal dimantapkan dalam penggunaan teknologi untuk membangun sistem lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, pejabat asal Pecatu tersebut menerangkan, dari penyerapan aspirasi ada banyak hal yang disampaikan masyarakat, seperti infrastruktur yang diusulkan desa/kelurahan. Termasuk juga persoalan air bersih, kemacetan, serta usulan rumah sakit. Pihaknya pun menampung berbagai aspirasi tersebut.

Di sektor kesehatan, khusus untuk UPT Puskesmas Kutsel, diakuinya tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini. Puskesmas tersebut belum maksimal dalam pelayanan 24 jam karena keterbatasan tenaga. Bahkan untuk jaga 24 jam, petugas bidan di desa itu ditarik oleh induk. Termasuk petugas dokter 24 jam juga belum ada. Pasalnya, hanya ada dua orang dokter, termasuk kepala puskesmas, sehingga diperlukan tambahan dua atau tiga dokter.

Berkenaan dengan hal itu, Wabup Suiasa berjanji akan segera melakukan tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan yang diutarakan masyarakat. Soal kemacetan, misalnya, pihaknya sudah membuat studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara, terkait UPT Puskesmas, pihaknya merencanakan pembuatan puskesmas induk yang baru, yang saat ini sedang berproses. Termasuk penambahan tenaga kesehatan. “Ini menjadi pemikiran kami, sehingga pelayanan kesehatan ke depannya tidak lagi terkendala sumber daya manusia. Karena masalah kesehatan, harus ada pihak yang menangani dan siap siaga,” paparnya.

Di samping menyerap aspirasi, pihaknya juga melakukan sosialisasi kebijakan yang sudah digulirkan Pemerintah Kabupaten Badung. “Tentu ke depan akan kami kaji, bahas segala aspirasi masyarakat. Sambil kami sosialisasi kebijakan strategis yang sudah kami lakukan, sehingga progress itu agar diketahui oleh masyarakat. Dengan demikian, nyambung antara aspirasi, sikap kami, dan langkah yang kami lakukan. Pasalnya, adalah hak masyarakat untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan pemerintah,” tandasnya. (Rilis)

ADVERTISE

1 min read278 kali dibaca