banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Pembekuan Rahim Bantu Perempuan Penderita Kanker Untuk Hamil

600 views


Banyak ilmuwan yang menganggap cangkok rahim tak lazin malah akan merangsang munculnya sel kanker
Banyak ilmuwan yang menganggap cangkok rahim tak lazin malah akan merangsang munculnya sel kanker

SEBUAH penelitian di Denmark mengungkapkan cangkok rahim diklaim menjadi cara paling aman dan efektif bagi perempuan yang pernah mengidap kanker untuk bisa hamil.

Studi dilakukan terhadap 32 perempuan yang sedang menjalani terapi kanker dan berisiko kehilangan kesuburannya.

Dengan metode ini, sebelum terapi kanker dimulai, rahim pasien diangkat dan dibekukan, kemudian selnya kembali ditransplantasi setelah pasien sembuh.

Sepuluh perempuan yang diteliti, sukses hamil setelah menjalani proses tersebut.

Banyak ilmuwan yang menganggap transplantasi tidak lazim, malah akan merangsang munculnya sel kanker.

Namun, Dr Annette Jensen, salah satu peneliti dalam program, membantah tudingan tersebut.

“Sejauh yang kami tahu, ini adalah proyek cangkok rahim terbesar yang pernah dilakukan di dunia. Hasil penelitian kami memperlihatkan, pencangkokan sel ovarium, sangat aman dan efektif untuk mengembalikan fungsi rahim bagi penderita kanker,” imbuhnya.

“Dan faktanya, mantan penderita kanker kini bisa punya anak,” imbuhnya tentang temuan yang telah dimuat dalam jurnal Human Reproduction tersebut.

Juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, Profesor Adam Balen, setuju transplantasi rahim berisiko kecil membawa kembali sel penyebab kanker.

“Pembekuan ovarium bisa jadi pilihan yang lebih baik dibandingkan pembekuan sel telur yang sudah biasa dilakukan di Inggris. Pasien kanker harus segera mencoba metode ini,” ungkapnya.

Studi juga menunjukkan cangkok rahim bisa bermanfaat untuk hal lain, misalnya membantu mengembalikan hormon pasien ke level normal.

Namun, peneliti Denmark menegaskan, meskipun hasil studi mereka menjanjikan, tetapi masih dalam tahap awal dan perlu penelitian lebih lanjut. (BBC Indonesia) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com