Nyadran Sendang Jonggrangan Ketanggi Berlangsung Khidmat, Warga Lestarikan Tradisi Leluhur

Acara Nyadran semua warga Jonggrangan RT 05 RW 02 RT10 RW 03 Ketanggi Ngawi. (Foto: Zamhari)

Ngawi, majalahfakta.id – Kegiatan budaya doa bersama dalam rangka Nyadran Sendang Jonggrangan, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, berlangsung khidmat pada Jumat (25/9/2026). Acara dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan diikuti masyarakat setempat.

Tradisi Nyadran diawali dengan doa bersama dan pembacaan Yasin sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului. Warga berharap amal ibadah para pendahulu diterima serta membawa keberkahan bagi generasi penerus.

Kepala Kelurahan Ketanggi, Reza, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Nyadran kali ini berlangsung meriah setelah sempat vakum beberapa waktu. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta melestarikan tradisi budaya lokal.

“Alhamdulillah, kegiatan ini kembali terselenggara dengan meriah. Selain doa bersama, juga ditampilkan kesenian dan tarian budaya. Harapannya tradisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari pelestarian budaya daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ngawi, Yuwono Kartiko, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Nyadran sebagai warisan budaya leluhur.

“Tradisi seperti ini harus kita uri-uri bersama. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, juga mengajarkan kita untuk menjaga alam agar tetap lestari dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan Nyadran Sendang Jonggrangan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat. (Zamhari)