Tegal, majalahfakta.id – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar melalui gerakan satu hari satu sekolah berkunjung ke perpustakaan. Dorongan tersebut ia sampaikan saat membuka Festival Literasi Kabupaten Tegal 2026 yang digelar di kawasan Monumen GBN Slawi, Kamis (24/09/2026).
Menurut Ischak, kegemaran membaca tidak bisa tumbuh secara instan, melainkan harus dibiasakan sejak dini dengan memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan buku dan perpustakaan. Karena itu, ia menginginkan agar kunjungan ke perpustakaan daerah dilakukan secara rutin dan bergiliran oleh seluruh sekolah di Kabupaten Tegal.
Gerakan tersebut, kata Ischak, tidak harus melibatkan satu sekolah penuh dalam satu waktu. Kunjungan bisa dilakukan secara bertahap, misalnya oleh satu kelas atau kelompok siswa, sehingga lebih fleksibel dan tetap efektif.
“Saya instruksikan langsung untuk segera membuat surat edaran satu hari satu sekolah. Tidak harus satu sekolah penuh, bisa satu kelas, berapa pun siswanya,” ujar Ischak di hadapan peserta festival.
Ischak menjelaskan, Kabupaten Tegal memiliki ratusan satuan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA. Jika setiap hari ada satu sekolah yang berkunjung secara bergiliran, maka perpustakaan akan lebih hidup dan benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar kedua bagi siswa, bukan hanya sebagai tempat penyimpanan buku.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan fasilitas perpustakaan agar lebih menarik, nyaman, dan ramah anak. Perpustakaan, menurutnya, harus menjadi tempat yang menyenangkan, di mana anak-anak merasa senang untuk datang, membaca, belajar, sekaligus bermain.
“Perpustakaan harus menjadi tempat yang membuat anak betah. Anak datang tidak karena dipaksa, tapi karena senang untuk membaca dan belajar,” tambahnya.
Luncurkan 1.000 Titik Internet Gratis untuk Dukung Literasi Digital
Dalam festival yang sama, Pemerintah Kabupaten Tegal juga meluncurkan program 1.000 titik jaringan internet gratis. Program tersebut diperkenalkan oleh Bunda Literasi Kabupaten Tegal, Nilna Almuna, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan mendukung penguatan literasi digital.
Nilna mengatakan, titik internet gratis tersebut direncanakan akan tersebar di setiap desa di Kabupaten Tegal. Kehadirannya diharapkan mampu membantu masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami blank spot, agar tetap bisa mengakses informasi dan layanan digital.
“Literasi hari ini tidak hanya soal membaca buku. Masyarakat juga harus mampu memahami, mengkritisi, dan menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Akses internet yang merata akan sangat membantu,” ujar Nilna.
Ia juga mengajak para orang tua untuk ikut berperan aktif membangun kebiasaan membaca di dalam keluarga. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah membacakan buku kepada anak sebelum tidur serta mendampingi anak saat mereka menemukan hal-hal baru dari bacaan yang dibaca.
Menurut Nilna, upaya literasi di Kabupaten Tegal menunjukkan tren positif. Tingkat kegemaran membaca masyarakat meningkat dari angka 66,25 pada tahun 2023 menjadi 70. Namun, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Tegal pada tahun 2024 masih berada di angka 48,08, sehingga masih memerlukan kerja bersama untuk terus ditingkatkan.
Upaya memperluas akses literasi juga dilakukan melalui pendataan perpustakaan desa dan pojok baca. Berdasarkan data yang dihimpun bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, saat ini telah terdata sebanyak 100 lokasi perpustakaan desa dan pojok baca dengan jumlah koleksi buku yang beragam.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi, menyampaikan bahwa Festival Literasi 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah dan kekayaan literasi daerah. Salah satunya melalui kegiatan penelusuran naskah-naskah kuno yang telah dilakukan di berbagai wilayah di Kabupaten Tegal.
Festival Literasi 2026 sendiri berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran buku, bazar literasi dan UMKM, bedah buku, kajian dan seminar literasi, kegiatan mendongeng untuk anak, hingga pertunjukan seni dan budaya. Pada kesempatan tersebut, kawasan Monumen GBN juga resmi ditetapkan sebagai zona literasi Kabupaten Tegal.
Dengan mengusung tema “Transformasi Tegal Digital, Transformasi dan Literasi”, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang perayaan literasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku, informasi, dan sarana literasi digital secara merata di seluruh Kabupaten Tegal. (sus)






