Nyadran Sendang Jonggrangan Kembali Digelar, Warga Ketanggi Ngawi Guyub Lestarikan Budaya

Kegiatan Budaya Nyadran Sendang Jonggrangan Ketanggi Ngawi. (Foto: Zamhari )

Ngawi, majalahfakta.id — Tradisi budaya Nyadran kembali digelar oleh warga Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, pada 25–26 September 2026. Kegiatan yang sempat vakum sejak tahun 2004 ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, melibatkan warga dari RT 05, RT 09, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, dan RT 29 di wilayah RW 02.dan RW 03

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, dilanjutkan kirab tumpeng yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan suasana guyub rukun dan penuh kekhidmatan.

Inisiator kegiatan, Kuspriyanto Namma, turut menampilkan puisi dari Teater Mahnit yang mengangkat tema ekologi dan kelestarian lingkungan. Dalam pesannya, ia menyampaikan pentingnya menjaga alam, khususnya keberadaan pohon rindang yang memberikan dampak positif bagi kehidupan seluruh makhluk hidup.

Ketua panitia, Candra, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Nyadran ini merupakan momentum kebangkitan kembali tradisi yang sempat terhenti selama lebih dari dua dekade.

“Sejak tahun 2004 kegiatan ini sempat berhenti, dan Alhamdulillah di tahun 2026 ini bisa kembali dilaksanakan. Harapannya, kegiatan ini semakin mempererat kerukunan warga serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Ketanggi, Reza, menyampaikan komitmennya untuk terus menghidupkan budaya lokal sebagai identitas daerah.

“Kami sangat mendukung dan berkomitmen menghidupkan serta nguri-uri budaya lokal. Wilayah pinggiran harus kita gerakkan agar Ketanggi sebagai bagian dari jantung kota Ngawi bisa semakin hidup,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Ngawi, Arin, yang menekankan pentingnya menjadikan tradisi Nyadran sebagai ikon budaya daerah.

“Budaya Nyadran harus terus kita hidupkan agar Ketanggi memiliki ciri khas dan cerita budaya tersendiri yang dapat menjadi daya tarik serta identitas Kota Ngawi,” jelasnya.

Dengan digelarnya kembali Nyadran Sendang Jonggrangan, masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus menjadi potensi penggerak ekonomi dan pariwisata lokal. (Zamhari)