Daerah  

Limbah Tambang PT PAMA Diduga ‘Gergaji’ Fondasi Terowongan Jalur Kereta Api, Ancam Keselamatan Penumpang Kereta Api

​FAKTA – Kondisi infrastruktur transportasi di Kabupaten Lahat kini berada dalam status siaga satu menyusul temuan kerusakan ekstrem pada terowongan kereta api yang melintasi Sungai Pait, Desa Gunung Kembang.

Jalur vital yang menjadi urat nadi pengangkutan logistik dan mobilisasi penumpang di Sumatera Selatan tersebut terancam ambruk akibat pengikisan pondasi yang kian parah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, struktur bawah terowongan tidak lagi berpijak pada tanah yang solid, melainkan tampak “tergantung” dengan besi-besi cor yang mencuat keluar akibat hantaman arus sungai dan degradasi lingkungan yang agresif.

​Kerusakan struktural ini diduga kuat bukan terjadi secara alami, melainkan dipicu oleh aktivitas pertambangan di wilayah hulu. Aliran limbah batu bara dari aktivitas operasional PT PAMA yang merupakan Sub Kontrak PT BA disinyalir telah menyebabkan pendangkalan sungai secara masif.

Akibatnya, pola arus air berubah menjadi lebih destruktif dan secara konsisten mengikis dinding penahan tanah serta pondasi utama terowongan. Dampak dari sedimentasi ini tidak hanya mengancam aset negara, tetapi juga telah merambah ke lahan perkebunan milik warga sekitar yang ikut tergerus dan tertimbun material limbah.

Mur, salah satu pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan area rel kereta api, mengungkapkan kekhawatirannya saat melihat lubang besar di bawah pondasi terowongan tersebut.

​”Kondisinya sangat ngeri. Kami takut jika dibiarkan terus, terowongan ini bisa ambruk saat kereta melintas. Kami sangat berharap pihak PT KAI segera turun ke lokasi untuk melihat langsung dan melakukan perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkap Mur, Kamis (28/05/26).

​Kekhawatiran mendalam kini menyelimuti masyarakat, terutama para pelanggan setia jasa transportasi kereta api. Arkan, salah satu pengguna rutin moda transportasi ini yang juga mahasiswa di Kota Palembang, menegaskan bahwa membiarkan kereta melintas di atas pondasi yang keropos adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.

Ia memperingatkan bahwa jika perbaikan tidak segera dilakukan, risiko kecelakaan besar seperti kereta anjlok atau terowongan runtuh saat jadwal keberangkatan sangat mungkin terjadi.

Menurutnya, PT KAI harus bertindak tegas dan melakukan audit investigasi untuk memastikan apakah kerusakan ini murni faktor alam atau dampak langsung dari operasional tambang di sekitarnya.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bukit Asam (PT BA) dan PT PAMA masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kerusakan yang disebabkan oleh limbah batu bara dari aktivitas penambangan. (Bambang MD)