FAKTA – Made Raka tetap kembangkan usaha peternakan kambing susu perah ditekuni, ditengah geliat pariwisata Bali.
Ini merupakan satu potensi bisnis yang bisa berkembang pesat dan datangkan cuan. Usaha dimulai saat pandemi Covid-19 melanda. Saat usaha pariwisata yang digeluti saat itu benar-benar dipaksa berhenti karena Lockdown dan berimbas matinya semua dunia pariwisata di Bali.
Bisnis ATV, Tubing, Ciclyng, serta matinya semuanya yang bergerak di pariwisata Tutur “Made Raka”. Yang ditemui di Raka ATV sekaligus berdekatan dengan kandang dimana kambing susu perah etawa dipelihara, Bertempat di Banjar Silakarang, Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (24/5/2023).
Berawal dari melihat teman yang berternak kambing susu perah etawa, Dari sanalah keinginan Made Raka untuk bisa tetap bisa berinovasi dan berpenghasilan disaat Pandemi Covid19, Maret tahun 2020 dimulai awal dengan membuat kandang dan bulan juni baru mendatangkan 10 Ekor kambing susu perah dari banyuwangi dan dicoba diperah di Bali dan mati 2 Ekor dalam waktu yang tidak lama sejak didatangkan dari Banyuwangi.
Sejak awal sampai sekarang total sudah 50 Ekor kambing sudah dibeli dan datangnya secara bertahap , Total dari awal berternak kambing susu perah ini ada 15 Ekor kambing yang mati, dari usaha kembangkan peternakan kambing susu perah ini.
“Sekarang ada sekitar 4 orang karyawan yang ikut membantu dalam keseharianya memberikan makan, minum, membersihkan kandang serta memerah susu kambing etawa setiap harinya, hampir Tiga tahun perjalanan peternakan kambing susu perah ini Sekarang sudah berkembang lebih dari 100 ekor bahkan lebih,” tambah Made Raka dari pemilik Raka ATV.
Untuk memerah susu kambing etawa ini dilakukan dua kali sehari, pagi pukul 07.00wita dan sore pukul 16.00wita, Setiap hari dari hasil pemerahan keseluruhan kambing yang dimiliki menghasilkan susu kambing etawa 30 sampai 40 botol yang berukuran 600ml dan dijual Rp25.000/botol.
Semua promosi dari susu kambing etawa ini dilakukan dari media sosial, Susu setiap harinya habis dan ada aja yang beli karena peternakan kambing perah susu etawa tidak ada Dibali dan Made Raka adalah satu-satunya yang menghasilkan susu segar kambing etawa di Bali.
Konsumen tetap susu kambing etawa selama ini kebanyakan adalah para orang tua yang berusia diatas 50 tahun serta untuk dikasih anak anjing yang baru lahir, Karena dibali juga banyak peternak anjing.
Kalau makanan dikasih daun-daunan, Untuk menambah hasil susunya dikasih jagung, kedelai sama ampas tahu untuk proteinya, serta mengunakan sistem makan silase,”makanan yang sudah dimasukan fermentasi guna menghindari perut kembung pada kambing”.
Serta jangan lupa jaga selalu kebersihan kandang kambing dan jangan berlebihan soal memberi makanya” dan dalam berternak kambing perah susu ada tiga pemasukan yaitu harian,bulanan dan tahunan, Harian dari penjualan susu di setiap harinya, Bulanan dari menjual kotoranya yang dikumpulkan dan dijual setiap bulanya, Tahunan yang didapat dari menjual anak kambingnya ,’”Jangan ragu untuk memulai usaha baru dan jangan ragu untuk menjadi peternak, karena peternak juga menghasilkan cuan atau hasil” tutup Made Raka. (aya)






