FAKTA – Pemerintah Kabupaten Ngawi, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), memberikan pembinaan HIPPA tahun 2026 yang dihadiri semua kelompok tani sekitar 152 orang, di Notosuman Convention & Restaurant Ngawi, Rabu (16/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Ngawi Dwi Wiyatno Wahyudayanto, Kelompok tani HIPPA Se- Kabupaten Ngawi, sekitar 152 Peserta, dan tamu undangan,dan media.
Sasaran penerima P3- TGAI, diantaranya Kelompok tani, P3A, GP3A, IP3A, atau lembaga sejenis yang terbentuk.
Urutan Prioritas penerima P3- TGAI, antara lain, prioritas utama Lembaga yang berbadan hukum dibuktikan SK Kemenkumham, kedua, Lembaga yang disahkan Kepala Daerah melalui keputusan resmi daerah, ketiga, Lembaga telah memiliki Akte Notaris sebagai dasar legalitas awal.
Objek P3 – TGAI
Jaringan irigasi tersier pada daerah irigasi yang menjadi kewenangan, Pemerintah pusat, pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Jaringan igasi desa.
Usulan yang diterima tersebut, adalah yang ditujukan kepada Kepala BWS Bengawan Solo,pengusulan jenis lembaga HIPPA/ P3A, legalitas minimal Akte Notaris, Nama Ketua harus yang tercantum dalam legalitas, dan stempel harus sesui HIPPA / P3A.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Ngawi, Dwi Miyatno Wahyudayonto, menyampaikan usulan tersebut InsyaAllah bisa cair tahun 2026 bulan Mei bisa berjalan dengan lancar.
Ia menambahkan seluruh kegiatan mengundang pengundang seluruh Kelompok tani HIPPA/ P3A diberikan pembinaan dari Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA).
Dengan harapan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) bisa bersinergi pemerintah desa, serta himpunan kelompok tani, bisa lancar bermanfaat bagi pemakaian air agar pengolaan air dapat mengairi pertanian di seluruh Kabupaten Ngawi yang jadi lumbung padi terbesar di Jawa Timur, tetap berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. (Zamhari)






