Semua  

Jadi Pembicara Dalam Seminar Nasional Di Unwar, Suiasa Paparkan Penerapan Program PPNSB Di Badung

Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, sebagai pembicara dalam seminar nasional di Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa Bali, Rabu (27/9).
Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, sebagai pembicara dalam seminar nasional di Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa Bali, Rabu (27/9).
Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, sebagai pembicara dalam seminar nasional di Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa Bali, Rabu (27/9).
Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, sebagai pembicara dalam seminar nasional di Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa Bali, Rabu (27/9).

WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, didampingi Dekan Universitas Warmadewa (Unwar), I Wayan Mirta, hadir sebagai pembicara  dalam seminar nasional yang bertemakan ”Reformasi Tata Pemerintahan” di  Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwar, Rabu (27/9). Dalam penyampaian materinya, Ketut Suiasa menyampaikan lima bidang prioritas Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor I Unwar, Nyoman Kaca, tersebut juga dihadiri para pengurus Yayasan Korpri Provinsi Bali, pejabat struktural, dosen dan mahasiswa Unwar.

Wabup asal Pecatu ini mengatakan, di bidang pangan Pemerintah Kabupaten Badung sedang mengembangkan unit pengelolaan pangan, pembebasan PBB pada lahan pertanian produktif, pengembangan Desa Mandiri Benih, peningkatan saluran irigasi subak, hingga Festival Asparagus.

Untuk program sandang, kata Suiasa, pemerintah juga konsen melakukan pembinaan dan pengembangan UKM tenun, pelatihan keterampilan menenun, tedung, pengenalan produk industri kecil menengah, promosi dan pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Untuk di program papan, kami telah melakukan program peningkatan kualitas rumah sehat. Di tahun 2017 target 625 RTS, setiap RTS memperoleh Rp 30 juta dan ditargetkan tuntas pada tahun 2018,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada program bedah rumah yang saat ini telah berjalan, setiap RTS mendapatkan bantuan rehab rumah sebesar Rp 55 juta. ”Sasaran tahun 2017 sebanyak 625 RTS dan ditargetkan tuntas pada tahun 2018,” terangnya.

Selain itu pemerintah juga mempunyai program kesehatan yakni universal coverage jaminan kesehatan. “Seluruh penduduk diikutsertakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui dana APBD Kabupaten Badung, Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat (KBS) sebagai suplemen JKN, Ambulance Desa, Puskesmas UGD 24 Jam, Puskesmas Rawat Inap, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan,” terangnya.

Dalam bidang pendidikan, kata Suiasa, pemerintah telah menerapkan sekolah gratis, yakni bebas pungutan biaya pendidikan. Begitu juga pendidikan berbasis IT, dengan memberikan siswa SD laptop sebanyak 8.668 unit pada perubahan tahun anggaran 2016 dan 8.636 unit pada induk tahun anggaran 2017.

Untuk bidang sosial, Pemerintah Kabupaten Badung juga akan menjalankan program pemberian santuan sosial untuk penunggu pasien, Jaminan Sosial Kematian Krama Badung, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada Keluarga Rumah Tangga Miskin, santunan bagi penyandang cacat permanen dan Lansia Miskin.

Sementara Ketua Panitia Seminar, I Kadek Dede Junaedy, menyampaikan, jumlah peserta yang ikut seminar ini sebanyak 157 orang, mulai dari Univertas Pajajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Muhamadiyah Mataram, STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan) Jakarta, APMD Jakarta, Universitas Dipenogoro (UNDIP), Universitas Muhamadiyah Yogjakarta, Universitas Ahmad Yani.

“Tujuan diadakan seminar ini adalah untuk  membangun silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, menumbuhkembangkan wacana keilmuan sehingga menanamkan peran mahasiswa sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Sosial Control,” terangnya. (Rilis)