banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Hari Jadi Ke-57 Kabupaten Batola

626 views


Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat ‘Bumi Ije Jela’

4 Januari 2017 merupakan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala yang ke57 tahun – lahir pada 4 Januari 1960, usia yang sudah cukup tua. Di usia ini pula H Hasanuddin Murad memimpin kabupaten yang berjuluk Bumi Ije Jela selama hampir 10 tahun atau dua periode menjadi Bupati Barito Kuala.

Di sisa usia kepemimpinannya, Bupati Hasanuddin Murad yang di periode ke2 ini berpasangan dengan H Ma’mun Kaderi, terus bekerja dan memberikan ‘pelayanan’ terbaiknya untuk masyarakat Barito Kuala, dan hingga akan berakhirnya masa jabatan pasangan ini sudah banyak kemajuan pembangunan, baik berupa sarana maupun prasarana yang dirasakan oleh masyarakat.

Selama kepemimpinan mereka, pasangan Hasanuddin Murad dan Ma’mun Kaderi terus mewujudkan visimisinya demi untuk kemajuan Barito Kuala.

Bangun Jembatan MI/MTs Ulumul Qu’ran Gampa Asahi

Jembatan merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan oleh warga, demikian pula dengan siswa/siswi, para pengajar dan warga yang ingin melintasi menuju ke MI/MTs Ulumul Qur’an di Kecamatan Gampa Asahi.

Melihat hal yang demikian, Pemerintah Kabupaten Batola membangun sebuah jembatan dengan harapan agar memudahkan para pengguna yang ingin melewatinya.

Bupati Batola, H Hasanuddin Murad, didampingi sang isteri, Hj Noormiliyani, serta Camat Rantau Badauh, Rusmadi, berkesempatan meresmikan penggunaan jembatan yang dibangun dari anggaran daerah untuk penyeberangan menuju sekolah milik Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Selidah tersebut.

Bupati Batola resmikan jembatan di Kecamatan Gampa Asahi.
Bupati Batola resmikan jembatan di Kecamatan Gampa Asahi.

Luncurkan Sistem Informasi Hebat, Akurat dan Sempurna

Sebuah program unggulan diluncurkan jajaran Pemkab Batola. Program tersebut ialah penerapan pelayanan sistem informasi hebat, akurat dan sempurna atau yang disebut Simehas.

Program ini merupakan pelayanan untuk masyarakat. Adapun bentuk pelayanannya beragam, mulai dari surat permohonan akte kelahiran hingga surat izin mendirikan bangunan. Dengan menggunakan program berbasis komputer ini, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan sebuah surat yang diperlukan.

Mereka hanya cukup menunggu 10 detik, maka petugas yang mengoperasikan program Simehas akan segera menyerahkan surat yang diperlukan masyarakat tersebut. Semua pelayanan berbasiskan program Simehas tidak dipungut biaya alias gratis.

Untuk memberikan pelayanan yang sempurna, maka pemerintah mencarikan sarana yang mudah dan murah dengan tujuan agar semua lapisan masyarakat yang memerlukan pelayanan pemerintah dapat dengan mudah mendapatkannya.

Pelayanan dengan dukungan teknologi itu sudah ada di Bumi Ijejela tepatnya di Kecamatan Bakumpai yang disebut Simehas. Simehas harus dipelihara dan dikembangkan.

Diharapkan dengan telah diresmikannya penggunaan program Simehas, maka pemanfaatannya harus dilakukan semaksimal mungkin, dan aparat yang bertugas menggunakan program tersebut harus bersungguh-sungguh melayani masyarakat.

Pemkab Batola akan menerapkan Simehas di semua kecamatan lain di Kabupaten Batola, sesuai dengan SK Bupati.

Peresmian program tersebut ditandai dengan penyematan PIN Simehas kepada para Sekretaris Desa se-Kecamatan Bakumpai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Batola, Ir H Supriyono.

Peluncuran program Sihemas.
Peluncuran program Simehas.

Berikan Bantuan PKH

Bupati Barito Kuala (Batola), H Hasanuddin Murad, menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Anjir Muara.

Jenis bantuan yang diserahkan di antaranya dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk 31 kelompok, penyerahan bantuan sosial UEP untuk penyandang disabilitas, penyerahan piagam penghargaan kepada kelompok usaha bersama PKH serta pendamping KUBE PKH yang dinilai terbaik dan berprestasi.

Program PKH merupakan program bantuan tunai bersyarat yang diperuntukan bagi keluarga penerima manfaat yakni keluarga sangat miskin agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan dengan harapan generasi berikutnya dari keluarga sangat miskin dapat sehat dan mampu menyelesaikan pendidikan dasar sampai menengah atas atau sederajat. Demikian pula ibu hamil, bayi dan lansia.

Dengan harapan, dalam waktu jangka panjang para penerima program PKH dapat memutuskan mata rantai kemiskinan antar generasi sekaligus menunjang tercapainya upaya pemerintah dalam rangka menanggulangi kemiskinan di Batola.

Diterimanya bantuan Stimulan Kube Perdesaan ini selain digunakan untuk menunjang peningkatan kemajuan usaha ekonomi produktif juga mampu menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi selama ini serta dapat menciptakan keharmonisan dan peningkatan motivasi warga miskin untuk bersama-sama berusaha lebih maju secara ekonomi sosial.

Sementara kepada pihak yang terlibat seperti Dinsosnakertrans, SKPD terkait, termasuk kalangan dunia usaha dan masyarakat yang bersentuhan langsung dalam program bupati berharap benar-benar mensinergikan semua potensi dan kemampuan secara terpadu sesuai peran dan fungsi supaya program yang dilaksanakan dapat terlaksana secara maksimal.

Bantuan PKH dimulai sejak tahun 2008 dan kecamatan yang mendapatkan dana hanya 11 kecamatan, namun hingga berakhirnya tahun 2016 sudah 17 kecamatan terjangkau dengan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) 6.032 keluarga dengan dana yang dikucurkan sekitar Rp. 40 miliar baik dari APBN maupun APBD Batola.

Bupati Batola saat serahkan bantuan PKH.
Bupati Batola saat serahkan bantuan PKH.

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Forum Komunikasi Desa Siaga

Dinas Kesehatan Barito Kuala (Dinkes Batola) melaksanakan Forum Komunikasi Desa Siaga dengan jajaran stakeholders terkait di Aula Selidah Kantor Bupati Batola. ada kesematan ini dilakukan kesepakatan bersama (MoU) antara jajaran terkait yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan pihak kecamatan (Anjir Pasar dan Rantau Badauh) yang desanya menjadi sample sasaran dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB).

Kegiatan ini merupakan sarana bersama dalam melakukan pertemuan sekaligus membangun koordinasi dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan petugas dan kader kesehatan termasuk dengan mengikutsertakan 6 desa di 2 kecamatan yang wilayahnya menjadi sasaran dalam upaya menurunkan AKI/AKB.

Salah satu sasaran strategis pembangunan Batola tahun 2012-2017 adalah pembangunan di bidang kesehatan. Pemkab Batola, terus berupaya mewujudkan ketersediaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mudah, murah, merata serta memadai baik dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana maupun pemenuhan tenaga kesehatan yang memadai.

Dengan harapan, dapat mendorong terbangunnya kesadaran yang tinggi yang diiringi meluasnya kemampuan, keberdayaan dan kemandirian masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dari waktu ke waktu, melalui pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan continuum of care (CoC) yang diakselerasikan dengan program gerakan masyrakat hidup sehat (Germas) dan Program Keluarga Sadar Kesehatan (KSK).

Berbagai upaya yang dilakukan tentunya tidak dapat berjalan baik tanpa dukungan dan partisipasi aktif semua pihak terkait, terutama seluruh komponen masyarakat yang merupakan obyek sekaligus subyek utama dalam menunjang pencapaian tujuan keberhasilan pembangunan kesehatan.

Salah satu sasaran strategis pembangunan Batola tahun 2012-2017 adalah pembangunan di bidang kesehatan.
Salah satu sasaran strategis pembangunan Batola tahun 2012-2017 adalah pembangunan di bidang kesehatan.

Tujuh Desa Di Kecamatan Mekarsari Miliki Poskesdes, Melahirkan Gratis

Masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Mekarsari tak jauh lagi menjangkau layanan kesehatan. Saat ini di desa mereka sudah terbangun Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Bupati Barito Kuala (Batola), H Hasanuddin Murad, telah meresmikan 7 buah sarana kesehatan tersebut di Desa Tinggiran Tengah, Kecamatan Mekarsari.

Ibu hamil yang mau melahirkan datang saja ke Poskesdes,  gratis dan langsung dibuatkan akte kelahirannya.

Sementara kepada para petugas kesehatan, baik medis, perawat atau bidan diharakan untuk dapat menjalankan fungsi poskesdes dengan benar-benar mengabdikan diri secara tulus sesuai kode etik dan sumpah janji dengan memberikan layanan sesuai SOP yang telah dibuat dan ditetapkan pemkab.

Dibangunnya sarana kesehatan bagi masyarakat desa selain semakin mendekatkan layanan juga diharapkan semakin menunjang upaya Pemkab Batola dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Dengan semakin luasnya jangkauan pelayanan melalui poskesdes ini mampu menjadi motor penggerak sekaligus pendorong terhadap upaya peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk mempraktekkan pola dan perilaku hidup sehat.

Sehingga, akan semakin mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dan optimal sekaligus menjadi penunjang bagi terciptanya peingkatan kualitas SDM Batola yang sehat, unggul dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.

Pembangunan poskesdes di Kecamaatan Mekarsari ini dalam upaya mendorong layanan kesehatan paripurna bagi ibu hamil melahirkan serta diberikan akte kenal lahir dari SKPD terkait.

Hal ini dimaksudkan agar ibu-ibu yang akan melahirkan termotivasi dan mau mendapatkan layanan kesehatan di poskesdes terdekat.

Bupati Batola saat meresmikan 7 poskesdes.
Bupati Batola saat meresmikan 7 poskesdes.

DPRD Barito Kuala Tetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah 2017

DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) berhasil menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (P3D) Tahun 2017. P3D yang dulunya dikenal Program Legislasi Daerah (Prolegda).

Dengan ditetapkannya agenda P3D Tahun 2017 dalam peraturan daerah (perda) maka akan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya terkait jaminan legalitas bagi peningkatan pelayanan sebagai bagian aktivitas pemerintahan di Batola.

Perda yang harus ditetapkan di tahun 2017 mencakup pembentukan perda wajib dan perda lainnya yang diprioritaskan untuk disusun dan ditetapkan.

DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) berhasil menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (P3D) Tahun 2017.
DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) berhasil menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (P3D) Tahun 2017.

Pembentukan Perda Batola Tahun 2017 yang cukup memiliki fungsi penting dan strategis di antaranya Perda Tentang Pengelolaan Aset Milik Daerah, Perda Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan, Perda yang berhubungan dengan enyesuaian jenis dan tarif ajak serta retribusi daerah, dan lainnya yang diharapkan mendukung kapasitas penyelenggaraan pemerintahan baik dari sisi perolehan pendapatan daerah maupun dalam upaya pelayanan lebih baik kepada masyarakat.

Dengan tersusunnya P3D Batola penyelenggaraan kegiatan pemerintahan akan lebih dapat dilengkapi dengan piranti hukum yang mengingatkan, membimbing, memberikan pedoman serta mengharuskan para penyelenggara memenuhi norma serta ketentuan dan perda dimaksud. (Tim) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com / www.instagram.com/mdsnacks