FAKTA – PT Hutama Karya (Persero) (Persero) bakal garap dua Mega proyek Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada tahun 2023. Kedua proyek tersebut yakni Irigasi Rentang yang berlokasi di Kabupaten Indramayu dan pembangunan Groundsill 5 & 6 Sungai Cipamingkis tahap II di Kabupaten Bogor.
Untuk proyek Irigasi Rentang, Hutama Karya mengerjakannya bersama PT Taruna Putra Pertiwi melalui KSO Hutama-Taruna, dengan porsi Hutama Karya 70 persen. Proyek dengan nilai kontrak Rp 243 miliar ini bertujuan untuk mengairi sawah seluas 15.340 hektar. Selain itu juga untuk mengatur waktu penyimpanan pasokan air warga pada saat kering atau musim kemarau.
Proyek ini akan dilaksanakan selama 1095 hari, hingga tahun 2026, dengan penerapan teknologi telemetri dan telecontrol. Sedangkan tugas utama Hutama Karya dalam proyek ini adalah pekerjaan saluran, pekerjaan struktur dan pekerjaan Hydromechanical di struktur pintu air.
Untuk proyek kedua atau pembangunan Groundsill 5 & 6 Sungai Cipamingkis tahap II, Hutama Karya bekerja sama dengan PT Basuki Rahmanta Putra melalui KSO Basuki-Hutama dengan porsi Hutama Karya 49 persen.
Nilai kontrak pekerjaan Groundsill ini sebesar Rp221 miliar dengan target proyek selesai pada Desember 2023. Meliputi pekerjaan dengan lebar sungai 71.921 meter dan panjang 106 meter.
Tujuan pembangunan Groundsill 5 & 6 Sungai Cipamingkis tahap II ini untuk melindungi Bendung Cipamingkis baru, mengendalikan gerusan air pada dasar sungai yang cenderung curam serta suplai air irigasi untuk kebutuhan lahan persawahan sekitar 7.500 hektar untuk masyarakat sekitar khususnya di Kabupaten Bogor dan Bekasi.
Adapun modernisasi Irigasi Rentang dan pembangunan proyek Groundsill 5 & 6 Sungai Cipamingkis ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar dari kerusakan tanah dan menjamin ketersediaan air di musim kemarau. Project strategis ini menelan biaya Rp 464 miliar dan dikerjakan pas 2023 s/d 2026. (yos)






