Dari Atlet hingga Sport Tourism, Wayan Koster Tegaskan Pemkab Badung Wajib Berkontribusi Renovasi Pusat Olahraga Kota Karena Terima PHR Terbesar

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberi arahan untuk sport tourism. (foto: fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Wakil Gubernur Bali Giri Prasta terpilih menjadi Ketua KONI Bali dengan masa jabatan 2026-2030 pada Jum’at pagi, 15 Mei 2026. Giri Prasta menyampaikan niatnya dalam mengembangkan olahraga di Bali dengan menambahkan sebagian cabang olahraga PON ke ekstra kulikuler di seluruh sekolah Bali dengan harapan mampu bersaing dengan atlet Jawa termasuk persiapan fasilitas sport center GOR Ngurah Rai.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengakui kurangnya niat dari pemerintah provinsi Bali untuk melakukan pengembangan sport tourism. Koster mengusulkan agar mulai tahun 2027, setiap satu bulan sekali diadakan lomba berskala internasional di Bali. Hal itu diyakini berpengaruh dalam meningkatkan wisatawan sehingga tidak memerlukan banyak anggaran ketika pelaksanaannya karena perhotelan juga pasti akan ikut berpartisipasi dalam menerima wisatawan.

“Kalau bisa, tiap bulan sekali ada event olahraga kelas dunia di Bali. Engga perlu pakai APBD yang begini-begini. Kan kalau banyak datang (wisawatawan), hotelnya terisi. Jadi, hotel harus join,” kata Koster menjawab permintaan Giri Prasta.

“Supaya hidup semuanya. Olahraganya hidup, pariwisatanya hidup. Kalau ini bisa dilakukan, saya kira Bali bisa mengalami pertumbuhan pariwisata dan ekonomi,” imbuhnya sambil mengajak Giri Prasta untuk merancang persiapan terstruktur.

Untuk pengembangan sport tourism, Koster mengakui bahwa sudah lama pihak pemerintah Provinsi Bali tidak memiliki niatan untuk itu dan hal tersebut dibuktikan dengan minimnya fasilitas olahraga untuk publik.

“Memang Bali ini, sejak lama belum pernah serius merancang Bali ini sebagai bagian uuntuk mencapai prestasi olahraga berkelas. Dalam pengertian menyiapkan sarana prasarana, belum pernah. Saya tahu betul,” kata Koster.

Meskipun begitu, Bali pernah bertahan di posisi lima besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Dengan perbaikan yang akan dilakukan, Koster yakin Bali pasti menjadi juara. Ia mengungkap wabah COVID-19 yang melanda membuat Pemerintah Provinsi Bali tidak bisa melakukan perbaikan meski rencana tersebut sudah ada sejak masa kepemimpinannya yang pertama.

Dengan kondisi yang sudah kembali normal, Gubernur Bali akan berkoordinasi dengan seluruh bupati/walikota Bali untuk berkolaborasi merancang pengembangan sport tourism untuk persiapan agar nantinya Bali bisa menjadi panitia PON

Termasuk renovasi GOR Ngurah Rai yang diusulkan menjadi sport center, ia merasa malu karena tempat tersebut jelas sudah menjadi perhatian sejak lama dengan kondisinya yang tak layak terlebih lagi lokasinya berada di tengah kota.

“Itu sudah menjadi perhatian kami sejak lama, sudah kumuh, dan itu berada di pusat kota. Sudah tidak layak wajah itu. Malu sebenarnya di tengah kota ada bangunan begitu luas, sudah jamuran, sudah aduhh…Tapi karena ga ada uang (anggaran tidak cukup), sabar dulu,” ujarnya.

Ia menceritakan bahwa telah bertemu dengan pihak ketiga yang berminat untuk membangun GOR Ngurah Rai dengan dirancang atas dan bawah. Di bagian bawah dirancang untuk tempat parkir hingga pemberhentian bus. Namun, jika pihak ketiga dinilai tidak mampu, maka APBD akan digunakan dan Pemkab Badung juga harus berkontribusi dalam pembangunan tersebut karena mendapat jatah PHR (Pajak Hotel dan Restoran) terbanyak. (fa)