banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Balitbang Badung Inginkan Inovasi Olahan Biji Mangrove

637 views
Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, berdiskusi dengan mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana, Kamis (12/10), di Puspem Badung.
Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, berdiskusi dengan mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana, Kamis (12/10), di Puspem Badung.


Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, berdiskusi dengan mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana, Kamis (12/10), di Puspem Badung.
Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, berdiskusi dengan mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana, Kamis (12/10), di Puspem Badung.

SETELAH meninjau pengembangan dan budi daya kepiting bakau di Kampung Kepiting beberapa hari yang lalu, Kepala Badan Litbang Kabupaten Badung, I Wayan Suambara, mengundang Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana, Kamis (12/10), untuk mendiskusikan temuan inovatif yang bersumber dari habitat kawasan mangrove.

Dalam diskusi tersebut I Wayan Suambara mendorong dan mengajak para mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang kandungan biji mangrove serta olahan yang dapat dihasilkan misalnya sirup biji mangrove, wedang (kopi) biji mangrove, lulur atau mungkin manfaat lainnya. Penelitian ini perlu dilakukan karena Kabupaten Badung memiliki kawasan mangrove yang potensial dan diharapkan tidak saja hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi bagi biota laut, tapi juga harus memberi manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Ajakan tersebut mendapat tanggapan positif dari Ketua Kelompok Studi Mangrove Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Pande Komang Egar Prihandana, yang didampingi oleh Wakil Ketuanya, William Boom Alwer. Bahkan diinformasikan pula bahwa Program Studi mereka juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung dan menyanggupi akan segera mengambil langkah-langkah bersama dosen pembimbingnya.

Dalam diskusi tersebut Kepala Badan Litbang berharap agar secara paralel dilakukan pula pemetaan potensi mangrove untuk mengetahui potensi biji mangrove sebagai bahan baku olahan, penerapan teknologi pengolahan sampai dengan wujud hasil olahan.

“Prioritaskan pelaksanaan penelitian dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan, dan pada waktunya nanti baru dipikirkan pemasaran hasil olahan tersebut”.

Suambara berjanji akan segera memperjuangkan dukungan dana untuk melaksanakan kegiatan ini sebagai wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan perguruan tinggi dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

“Bila ini berhasil diwujudkan maka tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Badung akan memiliki ikon baru berupa Ecowisata Mangrove yang memiliki keanekaragaman manfaat,” tegasnya. (Rilis)