Pemkab Tegal Gelontorkan Rp1,75 Miliar untuk Pemeliharaan Pasar Tradisional

Jajaran dari Bidang Pasar Dinas Pasar Koperasi Dan UMKM Kabupaten Tegal sedang melakukan survey di pasar tradisional. Gambar bawah Imam Rudi Kepala Dinas Pasar Koperasi Dan UMKM ikut meninjau pasar tradisional. (Foto : Suswoyo Haris)

Tegal, majalahfakta.id – Pasar tradisional kembali dibenahi. Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal mengucurkan dana sekitar Rp1,75 miliar untuk pemeliharaan 5 pasar di tahun 2026. Kelima pasar yang masuk program ini adalah Pasar Bojong, Pasar Balapulang, Pasar Margasari, Pasar Kesambi, dan Pasar Trayeman.

Hal itu disampaikan Plt. Kabid Sarana Distribusi Perdagangan dan Perijinan (SDPP) Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Syaiful Bahri Arif, ST, mewakili Kepala Dinas Imam Rudy Kurnianto, S.Pt., M.Si, di ruang kerjanya, Rabu 2 September 2026.

Bikin Nyaman, Dagangan Laris

Menurut Syaiful, pemeliharaan pasar bukan sekadar memperbaiki atap dan lantai. Tujuannya satu: mengembalikan denyut ekonomi rakyat.

“Dengan pasar yang nyaman, bersih, dan tertata, pengunjung jadi betah. Kalau pengunjung naik, otomatis pendapatan pedagang kecil juga ikut naik,” ujarnya.

Perbaikan yang dilakukan meliputi infrastruktur utama, penataan lapak, hingga akses jalan di lingkungan pasar.

Tiga Manfaat Utama Pemeliharaan Pasar

Pemkab Tegal menargetkan pemeliharaan pasar ini berdampak langsung ke pedagang dan warga. Ada 3 manfaat utama yang dikejar: Pasar lebih nyaman dan aman. Lingkungan bersih, lapak tertata, penerangan bagus. Pengunjung tidak lagi becek saat hujan atau kepanasan. Parkir juga ditata agar tidak semrawut. Daya tarik dan penjualan naik. Pasar yang rapi bisa jadi tujuan belanja sekaligus wisata lokal. Rencananya akan ada promosi dan event di pasar agar ramai. Ini jadi peluang pedagang kecil untuk kolaborasi dengan komunitas dan menaikkan omzet. Menggerakkan ekonomi daerah. Saat pedagang untung, daya beli masyarakat ikut naik. Efek berantainya ke perekonomian Kabupaten Tegal secara keseluruhan. “Ini langkah strategis menguatkan ekonomi kerakyatan,” kata Syaiful.

    Pemerintah Tidak Boleh Jalan Sendiri

    Syaiful menekankan, kunci sukses pemeliharaan ada di 3 peran pemerintah: Pertama, siapkan snggaran dan infrastruktur.
    Dana Rp1,75 miliar dipakai untuk perbaikan fisik. Tapi perencanaan juga harus dengar suara pedagang, agar sesuai kebutuhan di lapangan. Kedua, latih pedagang naik kelas. Kedepan akan ada pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, dan pelayanan. “Biar pedagang tradisional bisa bersaing dengan ritel modern,” jelasnya. Ketiga, gencar promosi. Pemerintah akan memanfaatkan media sosial dan kampanye lokal untuk mengajak warga belanja ke pasar tradisional lagi.

    “Kolaborasi pemerintah dan pedagang itu wajib. Kalau pasarnya bagus tapi sepi, sama saja. Kalau ramainya bareng-bareng, ekonomi jalan,” tutup Syaiful.

    Dengan pemeliharaan ini, Pemkab Tegal berharap pasar tradisional tidak hanya jadi tempat jual-beli, tapi juga pusat ekonomi, budaya, dan kebanggaan warga lokal. (Suswoyo Harris)