IBC Deklarasikan Hari Beatlemania Indonesia di Tangerang

Indonesia Beatlemania Club atau IBC kembali menunjukkan eksistensinya melalui gelaran komunitas dengan menampilkan G Pluck Beatles Band yang berlangsung di Imagine Cafe Social Area, Tangerang, Jumat (22/5/2026). (Foto: Dina/majalahfakta.id)

FAKTA — Komunitas pecinta musik The Beatles yang tergabung dalam Indonesia Beatlemania Club atau IBC kembali menunjukkan eksistensinya melalui gelaran komunitas dengan menampilkan G Pluck Beatles Band yang berlangsung di Imagine Cafe Social Area, Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi IBC dalam memperkuat jaringan komunitas Beatlemania di berbagai daerah sekaligus mendeklarasikan semangat baru untuk membawa budaya The Beatles lebih dekat dengan generasi muda Indonesia.

Presiden IBC, Agus Sutisna biasa dipanggil Guzchoy mengatakan, IBC bukan sekadar komunitas musik, melainkan wadah budaya yang terus berkembang sejak berdiri pada 27 April 2004.

“Beatles itu bukan hanya musik. Beatles sudah menjadi budaya. Karena itu kami ingin membudayakan Beatlemania di Indonesia dan menjadikan Indonesia dikenal dalam komunitas Beatlemania dunia,” ujar Guzchoy.

Menurutnya, IBC saat ini menaungi sejumlah komunitas daerah seperti Beatle Jogja, Beatle Bogor Society, Beatle Tangerang Selatan, hingga Beatle Jakarta. Ke depan, struktur organisasi akan diperluas melalui pembentukan chapter di tingkat provinsi dan komunitas lokal di berbagai kota.

Dalam kesempatan itu, IBC juga memperkenalkan deklarasi “Hari Beatlemania Indonesia” yang diperingati setiap 27 April.

“Kami ingin setiap generasi tetap mengenal musik The Beatles. Bahkan anak-anak sekarang masih menyukai lagu-lagu Beatles. Ini membuktikan karya mereka lintas zaman,” katanya.
Selain kegiatan musik dan pertunjukan tribute band, IBC juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya melalui kegiatan “Beatlemania for Sumatra” yang digelar pada Desember 2025 untuk membantu korban bencana di Sumatra.

Sementara itu, Presiden pertama IBC, Herman Jambak menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan para penggemar Beatles yang kala itu belum memiliki wadah nasional.

“Dulu komunitas Beatles di Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri. Akhirnya kami berinisiatif membentuk payung komunitas nasional agar lebih terarah,” kata Herman.

Ia menambahkan, IBC memiliki mimpi besar untuk menjadi partner komunitas Beatles internasional dan membawa nama Indonesia dikenal di ajang-ajang dunia seperti Beatles Week di Liverpool, Inggris.

“Kami ingin IBC punya peran dalam membangun bangsa melalui budaya dan musik. Musik juga bisa menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia,” ujarnya.

Acara di Imagine Cafe Social Area turut dimeriahkan penampilan sejumlah band tribute The Beatles dan deklarasi IBC chapter Banten, komunitas baru di wilayah Tangerang. (Dina)