Pusaran Dana Korupsi Iklan BJB, Menelusuri Jejak Rp222 Miliar yang Menyeret Nama Ridwan Kamil

Laporan investigasi oleh Elvin Yos

FAKTA – Sebuah lubang hitam ditemukan di jantung Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Jurnalis Majalah Fakta, Elvin Yos, menelusuri bagaimana anggaran promosi senilai ratusan miliar rupiah diduga menguap melalui skema iklan fiktif dan markup masif. Kini, penyelidikan KPK mulai menyentuh nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, lewat temuan aset dan transaksi valas yang mencurigakan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB kini memasuki babak baru yang semakin memanas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik aliran dana non-budgeter senilai lebih dari 200 miliar rupiah yang diduga tidak hanya berhenti di level direksi, namun juga menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Bagaimana modus operandi penggelembungan dana ini bekerja dan ke mana saja aliran uang panas ini bermuara? Simak laporan mendalam tim kami berikut ini.

Penyelidikan KPK mengungkap adanya lubang hitam dalam anggaran promosi Bank BJB periode 2021-2023. Dari total anggaran sekitar 409 miliar rupiah, diduga terjadi markup atau penggelembungan harga melalui enam perusahaan agensi perantara.Nama-nama perusahaan seperti PT Antedja Muliatama, PT Wahana Semesta Bandung Ekspres, hingga BSC Advertising kini masuk dalam radar penyidik. Modusnya sederhana namun masif: Bank BJB membayar agensi berdasarkan bukti tayang iklan, namun pihak agensi diduga memotong hingga 50 persen dana tersebut sebelum dibayarkan ke media massa. Akibatnya, negara diperkirakan rugi hingga 222 miliar rupiah.

Menurut sumber Fakta yang sempat dimintai kesaksiannya oleh penyidik KPK, sedikitnya ada 150 lebih media yang menjalin Kerjasama kontrak iklan selama periode tersebut. Baik media daring, cetak , straming dan TV. Media Televisi yang paling banyak menerima anggaran iklan bang BJB tersebut”  ujar suber

Keterlibatan Ridwan Kamil

Ridwan Kamil saat diperiksa di KPK, Nama mantan orang nomor satu di Jawa Barat, Ridwan Kamil, terseret dalam pusaran ini. Hingga Mei 2026, penyidik KPK fokus mendalami dugaan aliran dana hasil korupsi iklan ini untuk kepentingan pribadi sang mantan gubernur.Sejumlah fakta mulai terkuak ke publik. Mulai dari penyitaan aset berupa sepeda motor mewah, penggeledahan kediaman pribadi pada Maret 2025, hingga temuan terbaru mengenai aktivitas penukaran valuta asing bernilai miliaran rupiah yang diduga tidak dilaporkan dalam LHKPN. Selain itu, KPK juga menelisik sumber dana perjalanan luar negeri Ridwan Kamil yang disinyalir disokong oleh dana non-budgeter

Barang yang disita diantaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti elektronik dan kendaraan, termasuk motor Royal Enfield Classic 500 dan mobil Mercedes-Benz 280 SL, dari kediaman Ridwan Kamil terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Penyidik saat ini tengah mendalami data dari perangkat elektronik yang disita untuk menelusuri dugaan aliran dana tersebut.

‘Saya tegaskan, saya tidak tahu-menahu soal teknis anggaran iklan di BJB. Itu murni urusan operasional direksi. Saya menghormati proses hukum dan biarkan KPK bekerja secara profesional.” Ujar Ridwan Kamil kepada Ketika diwawancara wartawan usai penggeledahan yang berujung penyitaan sejumlah barang dikediamannya oleh KPK.

Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka—termasuk mantan Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi—KPK hingga kini belum melakukan penahanan. Status pencegahan ke luar negeri masih berlaku bagi seluruh tersangka sembari menunggu audit final kerugian negara dari BPK dan analisis aliran dana melalui metode follow the money “Transparansi pengelolaan BUMD kini kembali dipertaruhkan. Akankah penyidikan ini mampu mengungkap siapa sebenarnya penikmat utama dari ‘uang iklan’ ratusan miliar tersebut?.

KPK menyita beberapa unit kendaraan mewah dari hasil penggeledahan di kediaman saksi dan tersangka. Salah satu yang paling disorot adalah unit sepeda motor yang diduga merupakan gratifikasi dari vendor iklan BJB.Aktivitas Valuta Asing:Penyidik menemukan bukti transaksi penukaran valas yang dilakukan secara intensif pada periode 2022–2023. Transaksi ini dicurigai sebagai modus untuk menyamarkan asal-usul uang (money laundering) sebelum digunakan untuk keperluan di luar negeri.Ketidaksesuaian LHKPN:Ditemukan sejumlah aset yang nilainya tidak sinkron dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir. KPK berfokus pada aset-aset yang dibeli atau dialihkan atas nama pihak ketiga atau keluarga dekatSkandal Iklan BJB dan Pusaran Dana Gelap Iklan BJB: Menelusuri Jejak Rp222 Miliar hingga Nama Ridwan Kamil

Investigasi kami menemukan bahwa sepanjang 2021 hingga 2023, Bank BJB menggelontorkan dana promosi sebesar Rp409 miliar. Namun, KPK mengendus separuh dari dana tersebut, yakni sekitar Rp222 miliar, tidak pernah sampai ke meja redaksi media massa.Enam perusahaan vendor, di antaranya PT Antedja Muliatama dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres, diduga menjadi “pintu darurat” untuk mengeluarkan uang tersebut. Modusnya adalah penggelembungan harga (markup). BJB membayar penuh sesuai tagihan agensi, namun agensi hanya membayarkan sebagian kecil ke media, sementara sisanya dikumpulkan sebagai dana non-budgeter.Jejak Aset dan Transaksi Valas

Jurnalis Majalah Fakta, Elvin Yos, mendapatkan informasi bahwa penyidik kini fokus pada metode follow the money. Nama Ridwan Kamil terseret setelah KPK menemukan ketidaksesuaian pada LHKPN miliknya.

Berikut rincian aset dan aktivitas yang tengah didalami : Aset Kendaraan: Penyitaan sepeda motor mewah dari kediaman saksi yang diduga memiliki kaitan langsung dengan aliran dana vendor.Transaksi Valas: Ditemukan catatan penukaran mata uang asing (USD dan SGD) bernilai miliaran rupiah yang dilakukan secara periodik selama masa jabatan gubernur.Dana Operasional Luar Negeri: Adanya dugaan bahwa sejumlah perjalanan dinas maupun pribadi ke luar negeri dibiayai oleh dana taktis yang bersumber dari selisih iklan tersebut.Bantahan dan Proses HukumRidwan Kamil dalam keterangannya kepada media menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan teknis perbankan. “Itu murni operasional direksi,” tegasnya. Namun, KPK belum berhenti. Mantan Dirut BJB, Yuddy Renaldi, telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, meski hingga berita ini diturunkan, penahanan belum dilakukan menunggu hasil audit final kerugian negara.

Terlibat Peran dalam Kasus Status Hukum Bank BJB

·         (Yuddy Renaldi) Pemberi Persetujuan AnggaranTersangka

·         6 Vendor Agensi Eksekutor Markup IklanTersangka (Pihak Swasta)

·         Ridwan Kamil (RK) Pemegang Saham Mayoritas (Mantan Gub) Saksi / Dalam Pendalaman Aset

·          Media Massa Penerima Iklan Riil Saksi Verifikasi

Catatan Jurnalis Majalah Fakta, Elvin Yos : “Kasus ini bukan sekadar soal iklan, tapi soal bagaimana dana publik di BUMD diduga diperas untuk kepentingan politik dan gaya hidup. Kami akan terus memantau apakah bukti-bukti transaksi valas ini akan menyeret tersangka baru ke Gedung Merah Putih.” Demikian laporan investigasi Majalah Fakta. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Majalah Fakta: Mengungkap Kebenaran di Balik Realita.