FAKTA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Keberangkatan Haji 2026 guna memastikan kesiapan jemaah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Rakor yang berlangsung di Palu pada April 2026 ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulteng, Dr. Farid Rifai Yotolembah, serta Kepala Kanwil Kemenhaj Sulteng, H. Muchlis. Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan dan biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulteng, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., mengatakan secara umum kesiapan jamaah haji tahun 2026 telah terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi. “Pembinaan kesehatan telah dilakukan sejak awal oleh Dinas Kesehatan, dan seluruh dokumen jamaah juga sudah siap,” ujar Muchlis.
Meski demikian, distribusi logistik berupa koper jamaah masih dilakukan secara bertahap. Sebanyak 1.129 koper tambahan dijadwalkan tiba pada 30 April 2026 melalui Pelabuhan Pantoloan sebelum didistribusikan ke seluruh daerah.
Jemaah haji Sulawesi Tengah dijadwalkan berangkat pada kelompok terbang (kloter) 9 melalui embarkasi Balikpapan. Sejumlah daerah seperti Palu, Banggai, dan Morowali telah lebih dahulu menerima perlengkapan awal.
Total jemaah haji Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 1.751 orang. Jumlah tersebut ditambah 20 petugas, sehingga keseluruhan mencapai 1.771 orang.
Selain itu, pemerintah mengusung tema pelayanan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil mengingat dominasi jemaah perempuan, sekaligus untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi kelompok rentan.
Pemerintah juga memastikan kartu Nusuk dibagikan sejak di embarkasi. Kartu ini menjadi syarat wajib bagi jamaah untuk mengakses Masjidil Haram dan fasilitas umum di Arab Saudi. Melalui rakor ini, pemerintah optimistis seluruh proses pemberangkatan jamaah haji Sulawesi Tengah tahun 2026 dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. (red)






