FAKTA – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dirangkaikan dengan penguatan program Berani Cerdas di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, H. Firmanza menyampaikan bahwa Hardiknas tahun ini difokuskan pada kegiatan yang edukatif, partisipatif, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan pendidikan.
“Peringatan Hardiknas kita isi dengan kegiatan yang mendukung pendidikan, bersifat fun, dan mempererat persatuan,” ujarnya, Senin (27/4/2026)
Upacara hingga Dialog Pendidikan
Rangkaian kegiatan Hardiknas meliputi upacara bendera, pemberian penghargaan kepada guru berprestasi, serta apresiasi bagi guru yang bertugas di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Selain itu, Dinas Pendidikan juga menggelar dialog pendidikan untuk memetakan berbagai kendala di lapangan, termasuk persoalan akses, kualitas pembelajaran, dan kondisi infrastruktur sekolah.
Dorong Program “Berani Cerdas”
Dalam momentum tersebut, Pemprov Sulteng turut mensosialisasikan program Berani Cerdas yang ditujukan untuk mendorong lulusan SMA/SMK agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk bagi siswa di wilayah terpencil yang selama ini terkendala biaya. Program ini diharapkan menjadi solusi peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah.
Revitalisasi Sekolah dan Dukungan CSR
Firmanza menjelaskan, pemerintah daerah juga terus melakukan perbaikan infrastruktur pendidikan. Saat ini, revitalisasi mencakup 20 SMK tahap awal, 44 SMA, serta 4 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang masuk dalam program peningkatan fasilitas.
Selain itu, pemerintah turut menggandeng sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mempercepat pemerataan sarana pendidikan di berbagai daerah.
Kegiatan Kebersamaan dan Pengawasan
Hardiknas juga diramaikan dengan kegiatan olahraga seperti jalan santai yang melibatkan guru, siswa, dan unsur pemerintah daerah di Kota Palu.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan menegaskan larangan praktik pungutan liar di lingkungan sekolah. Firmanza menekankan masyarakat dapat melapor langsung apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
“Jika ada laporan, akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Pemprov Sulteng berharap seluruh rangkaian Hardiknas tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum penguatan kualitas pendidikan, pemerataan akses, dan peningkatan sumber daya manusia di daerah sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. (Mad)






