Daerah  

Bau Busuk SPPG Ngancar Picu Protes, Diduga Tak Miliki IPAL, Warga: Sudah Lama, Tapi Diabaikan

Kantor SPPG Ngancar Ngawi. (Foto: Zamhari/majalahfakta.id)

FAKTA – Aroma busuk menyengat dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ngancar memicu kemarahan warga. Bau yang disebut-sebut “bacin” itu diduga berasal dari limbah dapur yang tidak dikelola dengan baik.

Ironisnya, hingga kini SPPG tersebut diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sendiri. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa limbah dibuang tanpa pengolahan standar, sehingga mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sejumlah warga yang terdampak langsung, di antaranya Fauzan (depan rumah Kepala Desa Ngancar), Mas Har (wilayah utara SPPG), serta Mas Gilang (depan lokasi SPPG), mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan. Namun, protes tersebut seolah tidak digubris.

“Baunya sangat menyengat, seperti limbah basi. Sudah lama kami protes, tapi tidak ada perubahan,” ungkap warga dengan nada kecewa.

Minimnya respons dari pihak pengelola memperkuat kesan adanya pembiaran. Padahal, aktivitas dapur dalam skala besar seperti SPPG seharusnya wajib dilengkapi sistem pengelolaan limbah yang layak guna mencegah pencemaran.

SPPG Desa Ngancar diketahui dikelola oleh Yayasan Bhina Insan Cendekia Nusantara. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret untuk mengatasi persoalan bau menyengat yang dikeluhkan warga.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

Warga mendesak adanya tindakan tegas dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan bila ditemukan pelanggaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG belum memberikan klarifikasi resmi atas keluhan warga tersebut. (Zamhari)