FAKTA – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Kecamatan Muara Uya dan Jaro menggelar kegiatan khataman Al-Qur’an tingkat Sekolah Dasar. Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa dan menjadi momentum menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Kegiatan khataman Al-Qur’an tingkat SD se-Kecamatan Muara Uya dan Jaro digelar pada 13 April 2026 di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro, dengan mengusung tema “Khataman Al-Qur’an, Langkah Awal Menuju Tabalong SMART”.
Sebanyak 700 siswa kelas 6 SD dari Kecamatan Jaro dan Muara Uya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, ditambah sekitar 250 undangan, sehingga total peserta yang hadir mencapai kurang lebih 900 orang.
Ketua panitia, Muhammad Nur Azmi, menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat hubungan mereka dengan kitab suci.
Kegiatan diawali dengan pawai mini yang menampilkan budaya Banjar, seperti tradisi penyajian lakatan atau tumpeng serta penggunaan pakaian adat oleh para peserta, yang biasa digunakan masyarakat Banjar pada pelaksanaan khataman.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan dan menanamkan nilai budaya lokal kepada generasi muda. Pemilihan lokasi di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro juga dinilai strategis karena mampu menampung jumlah peserta yang besar.
“Jadi kegiatan hari ini kita mulai dengan pawai mini, yang mana kegiatan pawai ini yaitu menampilkan budaya Banjar kita, yaitu apabila ada terjadi khataman kita menyediakan semacam lakatan atau tumpeng, kemudian peserta khataman berpakaian adat Banjar, itu yang kita tampilkan. Ini juga untuk menumbuhkan rasa kebudayaan kepada siswa dan siswi,” ujar Muhammad Nur Azmi, Ketua Pelaksana.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bupati Tabalong, unsur Pemerintah Kecamatan Jaro, pengawas pendidikan, perwakilan Kementerian Agama, pimpinan Pondok Pesantren Al-Madaniyah, serta para kepala sekolah dan dewan guru dari sekolah dasar di dua kecamatan tersebut. Panitia berkomitmen kegiatan khataman Al-Qur’an ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi sarana pembinaan generasi muda yang religius, berkarakter, serta mencintai budaya daerah. (tbl/eya)






