Gunakan 81 Bus, Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Menuju Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Foto : Dina/majalahfakta.id)

FAKTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberangkatkan ribuan peserta program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Sebanyak 4.009 pemudik diberangkatkan menggunakan 81 bus dengan tujuan berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung kelancaran arus mudik Lebaran sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kapolri mengatakan para peserta merupakan masyarakat yang telah mendaftar melalui kantor Samsat di wilayah hukum Polda Metro Jaya sejak 16 Maret 2026.

“Untuk pemberangkatan kali ini ada 81 bus dan jumlah penumpangnya 4.009 masyarakat yang melaksanakan mudik,” ujar Sigit usai melepas rombongan.

Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam program tersebut. Polri, kata dia, telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para pengemudi bus, mulai dari tes urine, tes alkohol, hingga pemeriksaan penggunaan obat-obatan yang berpotensi membahayakan perjalanan.

“Jadi kita melakukan pengecekan mulai dari tes urine, kemudian tes alkohol, dan juga tes terkait dengan masalah obat-obatan yang mungkin bisa membahayakan,” katanya.

Selain itu, layanan kesehatan juga disiapkan bagi para pemudik selama perjalanan. Fasilitas ini dihadirkan untuk memastikan kondisi penumpang tetap terjaga selama mengikuti program mudik gratis.

“Termasuk juga memberikan pelayanan terhadap penumpang yang akan melaksanakan layanan gratis tadi. Pak Menkes juga langsung menyaksikan,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut memaparkan capaian pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Ia menyebut angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Terjadi penurunan sebesar 40,91 persen atau sebanyak 682 kasus dibandingkan pelaksanaan operasi pada 2025. Mudah-mudahan angka ini bisa kita pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik,” ujarnya.

Kegiatan pelepasan pemudik turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Sebelumnya, Kapolri memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil survei Direktorat Lalu Lintas bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta perbandingan data realisasi jumlah pemudik tahun sebelumnya.

“Prediksi puncak arus mudik pertama ini kemungkinan terjadi di tanggal 14 sampai dengan 15 Maret,” kata Sigit dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Jakarta.