FAKTA – Lonjakan penumpang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seiring puncak arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan sehari jelang Hari Raya Nyepi. Pada Rabu (18/3/2026), total pergerakan penumpang tercatat mencapai 184.754 orang.
Kepadatan terlihat di sejumlah titik, terutama di area konter check-in dan ruang tunggu keberangkatan domestik. Antrean panjang penumpang tidak hanya dipicu oleh mudik Lebaran, tetapi juga oleh masyarakat yang ingin menghindari penutupan operasional penerbangan saat Nyepi, khususnya menuju Bali.
Sebagian penumpang memanfaatkan momentum ini untuk berlibur ke Denpasar, Bali, sebelum aktivitas penerbangan dihentikan selama Nyepi. Salah satu penumpang, Adelia, mengaku sengaja memilih berangkat lebih awal untuk menghindari tidak adanya penerbangan keesokan harinya.
“Ke Denpasar, Bali. Karena besok Nyepi, jadi tidak ada penerbangan,” ujar Adelia di Bandara Soekarno-Hatta.
Ia mengatakan, perjalanannya juga dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga sekaligus berlibur. Adelia menyebut harga tiket yang diperolehnya masih relatif terjangkau karena dipesan sejak jauh hari, yakni sekitar Rp2 juta untuk sekali perjalanan.
“Sudah direncanakan dari bulan lalu, jadi harganya masih oke. Rencananya sekitar satu minggu di Bali,” tambahnya.
Berdasarkan data pengelola bandara, total penerbangan pada hari tersebut mencapai 1.232 penerbangan, terdiri dari 611 keberangkatan dan 621 kedatangan.
Secara rinci, Terminal 1 melayani 307 penerbangan dengan 51.467 penumpang. Terminal 2 untuk penerbangan domestik mencatat 364 penerbangan dengan 51.498 penumpang, serta 98 penerbangan internasional dengan 14.727 penumpang.
Sementara itu, Terminal 3 melayani 260 penerbangan domestik dengan 38.460 penumpang dan 155 penerbangan internasional dengan 28.602 penumpang. Selain itu, terdapat 48 penerbangan kargo yang turut beroperasi.
Tingginya pergerakan ini menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu titik tersibuk selama periode mudik tahun ini, terutama karena beririsan dengan perayaan Nyepi yang menyebabkan penghentian sementara aktivitas penerbangan di Bali. (Putra)






