FAKTA – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) sekaligus Hari Ulang Tahun Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tabalong, Korpri bersama BPOM menggelar program pengabdian masyarakat berupa vaksinasi kanker serviks rahim atau Human Papillomavirus (HPV) bersubsidi bagi masyarakat.
Program vaksinasi ini dilaksanakan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Balangan. Untuk wilayah Kabupaten Tabalong, kegiatan vaksinasi digelar di Balai Dandung Suchrowardi, Komplek Pendopo Bersinar Tanjung, pada 3 Februari 2026.
Kepala BPOM Tabalong, Taufiqurrohman, menyampaikan bahwa pada tahap awal program ini disediakan kuota sementara sebanyak 160 peserta yang berasal dari empat kabupaten tersebut. Program vaksinasi HPV bersubsidi ini merupakan salah satu upaya pencegahan kanker serviks rahim, khususnya bagi perempuan usia produktif.
Taufiqurrohman menjelaskan, harga normal vaksin HPV berada di kisaran satu juta rupiah per orang. Namun melalui program subsidi ini, masyarakat hanya perlu membayar sebesar 290 ribu rupiah per orang.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap. Vaksin pertama diberikan pada saat pendaftaran awal, vaksin kedua diberikan satu setengah bulan setelah vaksin pertama, dan vaksin ketiga diberikan enam bulan setelah vaksin pertama. Pemberian vaksin secara lengkap sebanyak tiga kali ini diperlukan agar perlindungan terhadap kanker serviks rahim dapat bekerja secara optimal.
“Program ini bersifat subsidi. Satu paket vaksin HPV harganya di atas satu juta rupiah, namun disubsidi oleh Korpri menjadi 290 ribu rupiah. Prinsipnya, kami ingin menekan kasus kanker serviks. Sekitar 99,7 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Penyebarannya bisa melalui hubungan seksual maupun kontak dengan benda yang terkontaminasi. Korpri Pusat bekerja sama dengan BPOM dalam pelaksanaannya,” ujar Taufiqurrohman, Kepala BPOM Tabalong.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap pentingnya pencegahan kanker serviks rahim semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kasus kanker serviks di daerah. (hms/eya)






