FAKTA – Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjadi salah satu kabupaten pelaksana Program Peti Koin Bermantra. Langkah ini merupakan bagian dari upaya serius Kabupaten Ngawi dalam mengatasi masalah kemiskinan yang masih cukup tinggi. Pada Maret 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi tercatat sebesar 13,81%, turun 0,59 poin dibandingkan tahun 2023. Meskipun demikian, tingkat kemiskinan ini masih menjadi tantangan, mengingat garis kemiskinan di Ngawi berada pada Rp445.865 per kapita per bulan.

Program Peti Koin Bermantra, yang merupakan singkatan dari Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri, dan Sejahtera, dirancang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan kelompok miskin produktif di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro kecil. Dengan bergabung dalam program ini, Kabupaten Ngawi berharap dapat menurunkan angka kemiskinan secara lebih signifikan dan berkelanjutan.
Tahap awal yang akan dilakukan oleh Kabupaten Ngawi adalah melakukan pemetaan potensi lokal di berbagai sektor, yang kemudian akan disesuaikan dengan lokasi pelaksanaan program berdasarkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Regsosek. Langkah ini sesuai dengan mekanisme pelaksanaan Peti Koin Bermantra yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Beberapa tahapan pelaksanaan yang akan dilaksanakan Ngawi meliputi:
1. Penentuan Lokasi : Lokasi program diprioritaskan di area dengan tingkat kemiskinan tertinggi sesuai data P3KE dan Regsosek, guna menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi.
2. Penentuan Penerima Manfaat : Program ini akan menyasar masyarakat miskin produktif pada desil 1 dan 2, dengan prioritas pada kelompok yang terlibat dalam sektor-sektor ekonomi potensial seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal.
3. Penyusunan Proposal Program : Bappeda Ngawi akan menyusun proposal yang mencakup rencana pemberdayaan ekonomi masyarakat secara komprehensif, termasuk strategi rantai nilai yang memperkuat pemasaran produk dan keberlanjutan usaha. Proposal ini juga bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari provinsi dan membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta.
4. Seleksi Proposal : Proposal yang diajukan akan melalui seleksi dengan mempertimbangkan aspek potensi pasar, model bisnis, dan keberlanjutan program. Hal ini dilakukan agar program dapat memberikan dampak nyata dan jangka panjang dalam menurunkan angka kemiskinan.
Dengan adanya Program Peti Koin Bermantra, Kabupaten Ngawi berharap dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam mengatasi kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (Rifai)






