FAKTA – Disaat dunia pertanian dibutuhkan untuk mencukupi pangan, diperlukan memberi dukungan pupuk dan obat pertanian yang cukup untuk nutrisi tanaman terutama padi (25/5/2026).
Oleh karena harga bahan baku pupuk industri yang semakin meningkat, maka petani didorong untuk menciptakan kreativitas dengan dukungan pemerintah daerah untuk budidaya pupuk alami yakni MOL (Mikroorganisme Lokal).
Pada kesempatan ini Dinas Pangan dan Pertanian (Disperta) kabupaten Ngawi mengadakan sinergitas, sosialisasi, dan silaturahmi untuk pengembangan lumbung MOL, bersama kelompok tani (Koptan) melalui perwakilan masing-masing se-Kabupaten Ngawi.
Nara sumber atau perwakilan yang hadir antara lain adalah Amir dari Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP) propinsi wilayah Ngawi, Dinas pertanian provinsi Madiun raya oleh Muryaning Handayani, dan dari Dinas pertanian Ngawi oleh Hasan Zainuri.
Dijelaskan tujuan diadakan pertemuan adalah menindaklanjuti sosialisasi yang diadakan di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, kemudian dilanjut Balai Pertanian Kabupaten Ngawi.
“Pertemuan ini diadakan untuk meneruskan saat perwakilan petani di Surabaya, guna silaturahmi dan kerjasama antara kelompok petani untuk pengembangan pupuk MOL (Mikroorganisme Lokal) Alami”, terang, Hasan Zainuri , Kepala bidang ketahanan Pangan, Disperta.
Juga disampaikan penyuluh dari Madiun raya mewakili oleh Muryaning Handayani, bahwasanya bertani harus bergotong royong untuk mengatasi permasalahan , dan MOL sebagai solusi pupuk alami ditengah meningkatnya harga pupuk nasional.
” Bertani harus bergotong – royong, dan pupuk alami hayati, dan obat hayati adalah sebuah solusi pertanian “, jelasnya.
Para ketua kelompok tani yang hadir se- wilayah Ngawi melalui perwakilan pada hakekatnya sepakat pengembangan ” MOL” . ” Saya setuju MOL senantiasa dikembangkan untuk pertanian “, Ujar, Sucipto, Koptan dari Kecamatan Pitu.
- Fungsi utama MOL
- Sebagai pupuk cair: Kaya bakteri baik yang bantu ngurai bahan organik jadi unsur hara yang gampang diserap tanaman
- Sebagai dekomposer: Bikin kompos lebih cepat matang
- Sebagai pestisida nabati: Beberapa resep MOL bisa ngusir hama
- Bahan umum buat bikin MOL
Yang paling sering dipakai:
- MOL Nasi: Dari nasi basi + gula merah. Tinggi bakteri Lactobacillus, bagus buat fase vegetatif
- MOL Pisang: Kulit pisang + gula. Kaya kalium, cocok buat fase pembuahan
- MOL Bonggol Pisang: Bonggol pisang cincang + gula + air cucian beras. Mikroorganismenya lengkap banget
- MOL Keong/Bekicot: Protein tinggi, bagus buat pertumbuhan daun
- Cara bikin simpel – contoh MOL Nasi
- Simpan nasi basi 3-5 hari sampai berjamur oranye/merah muda
- Campur nasi berjamur + 1 liter air cucian beras + 100g gula merah yang diiris
- Masukkan ke botol, tutup kain. Jangan ditutup rapat biar ada udara
- Fermentasi 7-14 hari di tempat teduh. Kalau udah wangi tape dan ada buih, siap pakai
- Dosis pakai: 10-20 ml MOL + 1 liter air, siram ke tanah 1 minggu sekali. (Rif)






