“Mbatu SAE”, Seruan Disiplin dan Akselerasi dari Plt. Wali Kota Batu

Plt. Wali Kota Batu Heli Suyanto, memimpin apel pagi di Halaman Balai Kota Among Tani, Senin 18 Mei 2026. (Foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Pagi yang sejuk di Kota Batu terasa berbeda. Senin, 18 Mei 2026, Halaman Balai Kota Among Tani dipenuhi barisan rapi aparatur sipil negara. Di tengah mereka berdiri Heli Suyanto, Plt. Wali Kota Batu, memimpin apel pagi dengan nada yang tak sekadar formalitas.

Apel bukan panggung seremonial
Bagi Heli, apel pagi Senin adalah pengingat. “Ini wujud kedisiplinan, tanggung jawab kolektif, dan penghormatan kita terhadap institusi serta masyarakat yang kita layani,” tegasnya di hadapan seluruh peserta apel. Pesan sederhana, tapi menusuk: kerja birokrasi dimulai dari sikap.

Gaspol pembangunan dan pelayanan
Arahan tak berhenti di disiplin. Heli mendorong percepatan realisasi program pembangunan dan belanja daerah yang selama ini sering tersendat di tengah tahun. Fokusnya jelas: optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, terutama dari retribusi.
Kuncinya ada di digitalisasi. Retribusi berbasis elektronik disebut sebagai langkah menuju tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Minim kebocoran, maksimal dampak.

Kota Batu siap menyambut wisatawan
Dengan libur panjang yang mendekat, Kota Batu diprediksi kembali dibanjiri wisatawan. Heli meminta seluruh OPD terkait siaga penuh. Kebersihan, ketertiban, dan kelancaran layanan publik jadi harga mati. Dua minggu ke depan akan jadi ujian nyata: apakah pelayanan bisa mengikuti laju kunjungan?

Di sela arahan, ada jeda hangat. Seluruh peserta diajak memanjatkan doa untuk Wali Kota Nurochman, Ibu Siti Faujiyah Nurochman, dan seluruh jamaah haji asal Kota Batu. Harapannya satu: pulang sebagai haji yang mabrur, sehat dan selamat.

Apel ditutup dengan seruan yang sudah jadi identitas Batu: “Mbatu SAE, Sedoyo SAE”. (F1015)