FAKTA – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai Wisuda Kesetaraan Paket C PKBM Desa Pruwatan Bumiayu Angkatan ke III/2025.
Wisuda Kesetaraan Paket C yang digelar di aula kantor desa Pruwatan pada Rabu, 18 Juni 2025, diikuti sebanyak 30 wisudawan resmi dinyatakan lulus dalam Program Pendidikan Paket C Tahun Ajaran 2024/2025, menandai keberhasilan mereka menempuh pendidikan kesetaraan bermartabat.
Hadir dalam acara tersebut Forcompincam Bumiayu, Forum Masyarakat peduli Pendidikan (FMPP) Kecamatan Bumiayu Iwan Efendi S.d, Ketua Forum Pendamping Desa Tatang, Kades Desa Pruwatan serta perangkatnya, FMPP Desa Pruwatan.
Akhmad Rofi, S.IP., M.M., Sekcam mewakili Camat Bumiayu dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM di wilayah selatan Brebes.
“Momentum wisuda ini adalah bukti bahwa semangat belajar tak mengenal usia. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini untuk mendorong peningkatan IPM dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.
Wisuda ini merupakan angkatan ke-3 dari program pendidikan kesetaraan yang digagas sejak 2017. Dari total 30 peserta, terdiri dari 5 laki-laki dan 25 perempuan, semuanya dinyatakan lulus 100%.
“Ada 5 orang peserta teman sekelas peserta wisudawan yang berhalangan hadir, ada yang orang tuanya ,yang meninggal dunia ada juga yang sedang menderita sakit,” tutur Eni sulastri peserta usai diwisuda.
Mereka merupakan bagian dari program nonformal yang bertujuan memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat dewasa yang tidak dapat menempuh pendidikan.
Ketua Panitia, Imam Subkhi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini.
Ketua Panitia, Imam Subkhi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini.
“Kami atas nama panitia mengucapkan banyak terima kasih dan permohonan maaf apabila masih banyak kekurangan. Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi tonggak penting kemajuan pendidikan di Desa Pruwatan dan wilayah Brebes Selatan secara umum,” ujarnya.
Kepala PKBM Al Himmah, Aslahatul, S.Pd , juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama dengan Pemerintah Desa Pruwatan yang sejak awal konsisten mendukung program pendidikan dewasa, bahkan menganggarkan secara khusus melalui APBDes sejak tahun 2017.
“Dari pendaftaran hingga ijazah dan foto kelulusan, semua difasilitasi pemerintah desa tanpa biaya alias nol rupiah. Ini bukti nyata komitmen Desa Pruwatan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ungkapnya.
Kepala Desa Pruwatan, Rasiman, S.H., Kejar paket C tidak ada batasan umur tertentu, dan siapa saja bisa mengikuti sekolah Paket C. dari yang putus sekolah, yang tidak lulus UN, sampai mereka yang sudah di usia kerja tapi belum mempunyai ijazah, semua boleh mengikuti sekolah Paket C.
Ditambahkan bahwa bahwa ijazah paket C memiliki kekuatan hukum yang sama dengan pendidikan formal. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
“Ijazah paket kesetaraan bisa digunakan untuk mendaftar pekerjaan, jadi perangkat desa, hingga melanjutkan kuliah. Ini bagian dari hak pendidikan warga negara,” ucapnya.
Rasman, S.H., menambahkan warga Desa Pruwatan yang putus sekolah yang belum mengikuti pendidikan serupa diharapkan melanjutkan pendidikan melalui program Kejar Paket C ini. Karena kejar paket C merupakan solusinya mendapatkan pengetahuan dan ijasah setara dengan ijasah SMA melalui program kejar paket C gratis.
“Anggaran program kejar paket C ini gratis di biayai negara melalui Dana Dasa 2023, diharapkan para siswa belajar dengan sungguh sungguh hingga lulus tanpa ada kendala,” pungkasnya.
Momentum ini terasa semakin istimewa karena PKBM Pruwatan merupakan mitra strategis Desa mind Indonesia, organisasi kepemudaan yang telah berkolaborasi selama lebih dari tiga tahun untuk mendampingi dan memberdayakan peserta didik pendidikan nonformal di desa.
Menurut Zaini Ketua FMPP Desa Pruwatan mengungkapkan penyebab masih tingginya angka putus sekolah saat ini karena ekonomi. Contohnya, salah satu siswa program Kejar Paket C memilih tidak melanjutkan pendidikannya karena merantau berdagang.
(dun)






