Kunjungan Menteri Hukum dan HAM di Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Memperkuat Negara dengan Lembaga Keagamaan

Pengasuh Ponpes Sunan Drajat Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur dan Menteri Hukum Dan HAM Yasonna H. Laoly.

FAKTA – Aura kebahagiaan menghiasi Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, ketika Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono beserta jajaran pimpinan tinggi Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Bupati Lamongan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan.

Turut hadir juga Ka. UPT korwil Surabaya dan Korwil Bojonegoro salah satunya Kalapas Lamongan Kanwil Kemenkumham Jatim, Mahrus juga turut menghadiri upacara wisudawan dan wisudawati santri. Kehadiran mereka memberikan warna baru dalam momen penting ini, menandai sinergi yang erat antara institusi negara dan lembaga keagamaan dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter.

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan, Menteri Hukum dan HAM, bersama dengan rombongan tiba di pondok pesantren yang bersejarah tersebut. Mereka disambut hangat oleh Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur beserta para pengurus pesantren dan santri yang berbahagia menyambut tamu-tamu penting ini. Kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi para wisudawan dan wisudawati yang merupakan tonggak bersejarah bagi para santri.

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Hukum dan HAM RI menegaskan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda. “Pendidikan agama yang diterapkan di pondok pesantren seperti Sunan Drajat adalah pondasi yang kuat bagi pembangunan masyarakat yang beradab dan berkeadilan,” ujar Menteri dengan penuh keyakinan.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk meninjau berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di pesantren. Menteri bersama rombongan turut mengunjungi fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, serta proyek pengembangan ekonomi yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal ini sejalan dengan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berbasis pada nilai-nilai keagamaan.Diakhir kunjungan, Menteri Hukum dan HAM menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran penting Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi antara negara dan lembaga keagamaan guna memastikan terwujudnya masyarakat yang adil, beradab, dan berkeadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Kalapas Lamongan, Mahrus di temui setelah selesai acara juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan prestasi para santri dalam menyelesaikan pendidikan mereka. “Pendidikan di pondok pesantren tidak hanya menghasilkan sarjana agama, tetapi juga membentuk insan-insan yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara,” tambahnya dengan penuh kebanggaan.(Humas Pasla/Ari)