Kejari Batu Bara Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi di Desa Perupuk

Majalahfakta.id – Baru-baru ini sempat viral di beberapa media online terkait dugaan korupsi pembuatan pintu klep yang terletak di Dusun III Desa Perupuk. Kasus ini pun telah dilaporkan ke Kajari Batu Bara oleh gabungan Kepala Biro Media Cetak dan Online.

Pada laporan Koalisi Aliansi Pers Batu Bara, meminta Kajari untuk melakukan penyidikan terkait pembangunan pintu klep aliran sungai Dusun III Desa Perupuk.

Pasalnya, pembangunan pintu klep tampak miring, selain itu saat dilakukan pengukuran oleh tim Investigasi, volume tidak sesuai dengan yang ada di Acuan Kerangka Kerja (KAK).

Selain itu pemerintah Kabupaten Batu Bara juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.063.169.000,- untuk perehaban pintu klep Dusun III Desa perupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir yang baru selesai dikerjakan lebih kurang setahun.

Menurut pantauan Aliansi Pers Batu Bara di lokasi, menemui banyak kejanggalan hingga timbul asumsi bahwa pengerjaan diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mengakibatkan ada kerugian negara yang terindikasi korupsi. Lantaran itu aliansi membuat laporan ke Kajari Batu Bara.

Mirisnya, setelah 14 hari surat dilayangkan belum mendapatkan balasan dari pihak Kajari hingga pada (16/9/2021) Aliansi Pers kembali mendatangi Kejari untuk mengklarifikasi laporan tersebut.

Di kantor Kejari, Aliansi Pers disambut Kasi Intel, M Safrizal Amri, SH. Dalam perbincangan Safrizal mengakui, keterlambatan dalam menangani beberapa kasus korupsi di Kejari Batu Bara dilaporkan baik dari aliansi media, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun masyarakat sendiri. Satu diantara kendala, kekurangan personil di Kejari sendiri.

Boby –begitu akrab M.Safrizal Amri dipanggil, berjanji kepada  Aliansi Pers Batu Bara Laporan dugaan korupsi pintu klep Dusun III Desa Perupuk akan disampaikan ke pihak pelapor tahapan perkembangannya.

Terpisah, Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI, (LT KPSKN PIN RI) minta Kajari untuk menindak lanjuti laporan Aliansi Pers Batu Bara.

Dikatakan Ketua LT KPSKN PIN RI. M. Hamdani Batu Bara melaui Humas Hendra Gunawan, penegak hukum tidak boleh lamban dalam memproses laporan masyarakat apalagi terkait kasus korupsi.

Ia menerangkan, arahan Jaksa Agung dalam kunjungan kerja virtual ketiga tahun 2021 di ruang kerja gedung menara Kartika Adhyaksa Kebayoran Baru Jakarta.

Dalam arahannya pada Bidang Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung berharap tidak ada lagi penumpukan perkara, karenanya Jampidsus, para Kajati dan para Kajari segera evaluasi perkara-perkara yang berpotensi mangkrak, segera tentukan sikap penyelesaiannya dan jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Kita harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa Kejaksaan tetap yang terbaik dalam pemberantasan korupsi.

“Kejaksaan mulai meraih kepercayaan masyarakat, bahkan sesama instansi penegak hukum pun ikut memuji kinerja Kejaksaan, namun jangan cepat berpuas diri. Tunjukkan bahwa bukan hanya tindak pidana korupsi yang berhasil ditangani, tetapi juga tindak pidana khusus lainnya. Untuk itu pertahankan kinerja dan terus membuat terobosan-terobosan baru, jaga integritas dan terus tingkatkan kapasitas untuk menjawab tantangan selanjutnya,” ungkapnya kepada media. (wis/hen)

ADVERTISE

1 min read248 kali dibaca