FAKTA – “Forum Masyarakat Gunung Kembang (FMGK) Menggugat rencana akan menggelar aksi demo di Halaman Kantor Bupati Lahat dengan mengerahkan masa sekitar 500 orang,” kata Din Kurnia selaku penanggungjawab kepada FAKTA, Sabtu (24/5/2025).
Aksi ini warga Desa Gunung Kembang minta Hentikan aktivitas Pertambangan Batubara pihak PT MIP dan PT Bukit Tunjuk dihentikan dampak aktivitas kegiatan pertambangan batubara kedua perusahaan tersebut, air sungai kili diduga tercemar limbah dan tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan masyarakat sehari hari seperti mandi, mencuci dan mengairi sawah.
“Menuntut PT MIP dan PT Bukit Tunjuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh masyarakat Gunung Kembang yang berkebun di sepanjang Aliran Sungai Kili, apabila permohonan ini tidak dikabulkan kami masyarakat Gunung Kembang akan menduduki area pertambangan sampai tuntutan kami dikabulkan,” ungkap Kordinator aksi, Matsir.
“Rencana aksi unjuk rasa ini digelar pada Rabu (28/5/2025) dengan jumlah masa sekitar 500 orang bertempat di halaman kantor Pemkab Lahat, dilanjutkan pada pukul 10.00 wib didepan pintu gerbang holling PT MIP,” pungkasnya. (Bambang MD)






