Ditengah hiruk pikuk transformasi dunia kerja, Pemkot Batu memilih jalan panjang: membekali warganya dengan keterampilan nyata, bukan sekadar ijazah.
FAKTA – Rabu pagi itu, lobi Hotel Aston Inn Kota Batu terasa berbeda. Deretan anak muda duduk rapi, beberapa masih canggung dengan name tag yang baru dipasang. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Batu, dengan satu tujuan yang sama: mencari bekal agar tak tertinggal di era kerja yang terus berubah.
Hari itu, Pemerintah Kota Batu memulai program pelatihan berbasis kompetensi untuk 120 warga usia produktif. Dananya berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau 2026. Materinya pun dipilih sesuai kebutuhan zaman: digital marketing untuk yang ingin menjajal pasar online, commercial make up bagi calon MUA profesional, barista untuk pencinta kopi yang ingin naik kelas, dan operator K3 untuk mereka yang ingin bekerja di sektor industri dengan standar keselamatan tinggi.
Suasana menjadi hangat ketika Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto, naik ke panggung. Ia tak langsung bicara soal program. Ia mulai dengan cerita.
“Hampir tujuh tahun saya jadi marketing di perusahaan farmasi. Capeknya iya, tapi di sanalah karakter dan mental kerja saya dibentuk,” ujarnya, membuat ruangan sejenak hening.
Pesan itu menjadi benang merah sambutannya. Menurut Heli, ijazah saja tidak cukup untuk bertahan di dunia yang bergerak cepat. Yang dibutuhkan adalah keterampilan nyata dan sikap kerja: belajar terus, konsisten, dan menjaga kepercayaan.
“Kalau kita hanya mengandalkan ijazah,tanpa punya hard skill maupun soft skill, maka akan sulit bertahan. Kuncinya, belajar, konsisten,dan amanah terhadap kepercayaan,” tegasnya.
Ia menitipkan satu harapan besar kepada para peserta: jangan berhenti di ruang pelatihan ini. Gunakan ilmu yang didapat untuk menjadi agen perubahan. Sebarkan ilmu, buka usaha, ciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sendiri.
Di akhir acara, suasana berubah menjadi lebih personal. Satu per satu peserta menerima kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, diserahkan langsung oleh Heli Suyanto bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu, Deden Rinifiandi. Sebuah pengingat bahwa di balik upaya mengejar keterampilan, ada perlindungan yang juga disiapkan.
Pelatihan ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Tapi bagi 120 pemuda yang duduk di sana, ini bisa jadi awal dari jalur baru—jalan menuju kerja yang lebih layak, usaha yang lebih mandiri, dan Kota Batu yang SDM-nya siap bersaing. (F1015)






