Daerah  

Antisipasi Pohon Tumbang dan Sampah Menumpuk, DLH Tegal Usulkan Penambahan Mobil Crane dan Dump Truk

Puluhan dum truk DLH Kabupaten Tegal yang sedang antre membuang sampah di TPA Penujah.

FAKTA –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal saat ini sedang intens melakukan perambasan pohon besar yang berada di sepadan jalan Kabupaten Tegal. Kegiatan perambasan ini untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan.

Namun dengan banyaknya kegiatan perambasan yang dilakukan DLH maupun dari hasil laporan dari masyarakat, pihak DLH sangat membutuhkan sarana mobil crane yang dirasa masih kurang.

Demikian disampaikan Edy Sucipto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (14/3/2025).

“Saat ini DLH hanya mempunyai satu unit mobil crane, kondisi tangga yang ada kurang  panjang sehingga sering kali menyulitkan perambasan pohon dalam posisi tinggi. Untuk kebutuhan tersebut Kami mengajukan pengadaan mobil crane sejumlah dua unit pada anggaran APBD tahun 2026,” ujar Edy.

Tanggung jawab lain DLH yang sangat urgent adalah menangani masalah sampah. Untuk memenuhi sarana transportasi mobil pengangkut sampah juga dirasa sangat kurang. Untuk mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sampai (TPS) sampai ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Desa Penujah juga butuh penambahan dump truk (truk jungkit) sampah.

“Kami juga mengusulkan truk amrol sebanyak 2 unit dan dump truk pengangkut sampah sebanyak 5 unit. Harapannya semoga usulan pengadaan mobil crane dan truk sampai bisa direalisasikan diperubahan anggaran 2025 atau maksimal di APBD 2026,” harap Plt. Kepala DLH.

Plt. Kepala DLH Kabupaten Tegal, Edy Sucipto (kiri) dan Kabid Pengelolaan Limbah dan B3, Dian Arriyasi (kanan).

Hal senada dikatakan oleh Dian Arriyadi, Kabid Pengelolaan Sampah dan B3. Menurut Dian, cakupan wilayah Kabupaten Tegal yang terdiri dari 18 kecamatan idealnya dibutuhkan sebanyak 64 dump truk. Saat ini yang tersedia hanya 30 dump truk, yang terbaru ada 5 unit pembuatan tahun 2018. Sedangkan Amrol sejumlah 3 unit dan kondisinya sudah tua, butuh peremajaan. Selanjutnya untuk tenaga sopir sebanyak 39 orang dibantu tenaga pengangkut sampah 231 orang memakai jasa outsourcing.

Saat ini yang sedang direncanakan adalah penanganan sampah yang akan melonjak saat Lebaran. Pihaknya, tambah Dian, telah mempersiapkan fasilitas kendaraan yang ada dan tenaga kebersihan baik tenaga pengangkut sampah maupun tenaga penyapu jalan supaya bisa bekerja secara maksimal.

Pihaknya menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Tegal untuk ikut peduli menangani pengurangan sampah dari sumber atau hulunya. “Disini peran masyarakat tetap harus digerakkan termasuk mengurangi sampah organik dan anorganik,” pungkasnya. (sus)