FAKTA – Acara peluncuran Buku Antologi Puisi dan Catatan Alumni Stikosa-AWS Lintas Angkatan “Kawah Pena Hebat (KPH)” di Delima Restauran Quds Royal Hotel kawasan Ampel Surabaya berlangsung semarak, khidmad penuh makna, Rabu (15/4/2026).
Perhelatan peluncuran buku bersamaan Festival Pecel Pincuk Surabaya ini, dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Surabaya Imawan Mashuri, mahasiswa angkatan 1970 yang kini juga Dosen Stikosa-AWS Zainal Arifin Emka, Dosen AWS Kampus Kapasari Siti Andarini.
Disamping para penulis puisi dan Catatan KPH diantaranya Amang Mawardi, Mushadi, Karsono Buyung dan Riamah Daulat, Sasetya, Dony, Filaana Macda, Nur Hidayah, Nowo S, Bambang Eko, Ida Nursanti, An Legowo, Tri Dyah S, Titik Mujiana, Hery Siswanto, Arie Buari.
Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Surabaya Imawan Mashuri menyambut gembira, kegiatan silahturahmi sekaligus peluncuran buku kumpulan puisi dan catatan karya alumni Stikosa-AWS Lintas Angkatan KPH.
“Mari kita teruskan aktivitas positif ini, selama kita diberi umur panjang oleh Sang Khalik, terlebih dengan mewujudkan karya seperti kumpulan buku puisi KPH,” pinta Imawan yang tercatat mahasiswa AWS angkatan 1980.
Pria yang dikenal sebagai pengusaha industri media mengingatkan, alumni Stikosa-AWS perlu tetap memiliki kepekaan sosial, rasa tanggungjawab dan kejujuran.
“Berkumpulnya para alumni lintang ini,bukti masih mempunyai tanggunghawab pada almamaternya,” tandasnya.
Staf pengajar Stikosa-AWS era kini Zainal Arifin Emka sangat bersyukur Alumni Stikosa-AWS kampus Kapasari.mampu menerbitkan buku paduan karya sastra puisi dan Esay populer (Catatan) merupakan aktualisasi tak ternilai.
“Karya yang dibukukan bukan hanya monumental tapi akan dikenang anak cucu,” tandas Zainal Emka yang pernah menjadi Redaksi Pelaksana harian Sore Surabaya Post dan Ketua Stikosa-AWS era 2010-an.
Andarini yang saat di AWS merangkap mengajar di Unair memiliki kesan, mahasiswa AWS Kampus Kapasari meski banyak bekerja namun mempunyai kedisiplinan dalam mengikuti proses perkuliahan.
“Ya, setelah bekerja mungkin lelah, tapi tetap berkonsentrasi, sehingga kebanyakan nilai mata pelajaran saya, bagus-bagus dan ternyata banyak jadi orang hebat,” ungkap Andarini yang kini usianya kurang lebih 83 tahun.
Kris Mariyono selaku penggagas penerbitan buku KPH berkeinginan para alumni Stikosa-AWS Lintang terus berkarya sambil memperat tali silahturahmi.
General Manager Quds Royal Hotel Pungki Kusuma sangat merespon tentang upaya para alumni Stikosa-AWS Lintas Angkatan untuk menggalang kebersamaan lewat disiplin ilmu yang pernah dipelajari di kampus AWS Kapasari dalam bentuk karya buku.
“Memang hebat, layak diacungi, hebat, kendati sudah berusia senja,” ujarnya singkat.
Acara peluncuran buku setebal 245 halaman ini dimeriahkan Kroncong Guyub Rukun dan Arul, dan performance art dalang cilik Jalu Wiwoho dengan lakon Dalang Hoax. (Achmad/rr)






