Proyek Ribang Kemambang Digadang-gadang Tempat Rekreasi Terancam Mangkrak, Habiskan Anggaran Rp37, 3 Miliar

Lahat, majalahfakta.id – Proyek yang ditargetkan rampung dan dibuka untuk umum pada akhir Desember 2026 ini, hingga akhir Oktober 2026, progres fisiknya masih jauh dari kata selesai.

Pantauan FAKTA di lapangan, Kamis (29/10/2026), sejumlah pekerjaan utama masih dalam tahap pengerjaan. Mulai dari jembatan, air terjun buatan, miniatur megalitikum, hingga fasilitas pendukung lainnya tampak belum rampung. Jauh dari konsep awal sebagai pusat rekreasi lengkap dengan area permainan, pusat kuliner, ruang terbuka hijau, fasilitas edukasi, dan area satwa.

Padahal anggaran yang sudah digelontorkan untuk proyek ini tidak main-main, mencapai Rp37,3 miliar.

Rinciannya, pada tahun 2025, Pemkab Lahat mengucurkan anggaran sebesar Rp25.915.627.168 yang dikerjakan oleh PT Lingkar Persada. Proyek tersebut bermasalah, hingga akhir Desember 2025 progres baru mencapai 24 persen dari kontrak yang berakhir 24 Desember 2025.

Akibat buruknya progres, pada minggu kedua Desember 2025, Kejaksaan Negeri Lahat bahkan menghentikan pengawalan dan pengamanan proyek. Alhasil, proyek terbengkalai berbulan-bulan.

Tak ingin proyek mangkrak, Juni 2026, Bupati Lahat Bursah Zarnubi turun langsung meninjau lokasi dan menemukan sejumlah pekerjaan tidak memenuhi standar kualitas, seperti atap bangunan dan jalan cor semen.

Agustus 2026, proyek kembali dilanjutkan dengan anggaran tambahan sebesar Rp11.385.457.000 yang dikerjakan oleh CV Zahra Zein, dengan tenggat akhir November 2026.

Sabtu, 13 September 2026, Bupati Lahat kembali turun bersama sejumlah Kepala OPD, seperti Dinas PUPR, PRKPP, Dinas Pariwisata, Bappeda, dan Inspektorat. Saat itu Bursah menegaskan percepatan harus sejalan dengan kualitas dan memberikan peringatan keras.

“Kalau menurut perhitungan, insyaallah selesai akhir November. Mungkin ada finishing awal Desember. Kalau juga nggak jadi, kita berhentikan semua yang terkait dengan dinas. Dinas Pariwisata, Dinas Pemukiman, Dinas PU, dan sebagainya. Berhentikan kalau dia gagal,” tegas Bursah kala itu. dihadapan awak media belum lama ini,

Kini, tenggat waktu semakin dekat. Jika kembali tidak selesai, publik menanti transparansi dari Pemda Lahat, mengingat TRRK adalah salah satu proyek strategis kebanggaan Bupati.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Lahat, Marwan Ardiansyah, menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat.

“Harapan kita proyek revitalisasi TRRK itu selesai tepat waktu dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Percuma jika sampai selesai saja, tapi tidak sesuai yang diharapkan,” kata Marwan, Kamis (29/10/2026). (Bambang MD)