Tasikmalaya, majalahfakta.id – Sejumlah Mahasiswa dari berbagai elemen dan Masyarakat Kota Tasikmalaya tergabung dalam gerakan kolaboratif menggelar aksi unjuk rasa.
Aksi yang diniasisasi secara kolaboratif oleh beberapa akun mahasiswa yang diantaranya, Aporiaid Bemunsil (BEM universitas Siliwangi) dan Setiarakyat unsil, ini menyoroti berbagai isu sosial, ekonomi,dan politik Nasional maupun daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari mulai selembaran Digital Massa para demonstran di mana mulai berkumpul di halaman depan gedung kesenian di kota Tasikmalaya tepatnya sekitar pukul 13.00 Wib.
Dengan mengusung semangat Rakyat bersatu dari Titik kumpul tersebut para mahasiswa dan masyarakat yang tergabung langsung bergerak menuju titik lokasi tempat aksi utama tepatnya di depan gedung DPRD kota Tasikmalaya guna untuk menyampaikan aspirasinya.
Dalam aksi yang bertepatan dengan momentum hari sumpah pemuda ini di mana Masa aksi Membawa #Tagar “INDONESIASADAR”,Adapun poin tuntutan Aksi telah tertuang dalam 10 poin di antaranya yang mereka tujukan kepada pemerintah Kota Tasikmalaya:
- Tetapkan Karhutla sebagai bencana nasional,pulihkan alam,dan cabut konsesi bermasalah serta penuhi hak korban.
2. Turunkan beban biaya hidup melalui pengendalian harga pangan, BBM dan kebijakan pajak yang Adil.
3.Naikan upah,jamin pekerjaan layak dan akhiri ketergantungan pada kontrak serta outsourcing.
4. Hentikan pemborosan APBN,perkuat subsidi dan prioritaskan kesejahteraan rakyat
5. kembalikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama kebijakan dan penganggaran negara
6. jalankan reforma agraria sejati dan sejahterakan petani serta nelayan
7. Tolak transisi energi terbarukan yang tidak adil
8. kembalikan militer ke barak dan hentikan perluasan Batalion teritorial dalam urusan sipil
9. Adili pelaku pelanggaran Ham dan akhiri impunitas
10.Hentikan pembatasan kebebasan berekspresi baik di ruang fisik maupun digital.
Itulah 10 poin yang menjadi tuntutan Aksi masa tersebut,Aksi sempat memanas dan terjadi kericuhan sebelum berhasil di amankan petugas keamanan dengan menembakkan gas air mata walaupun beberapa masa yang telah berhasil memasuki kantor gedung DPRD tersebut namun situasi kembali kondusif setelah Masuk waktu asar di mana mereka melakukan solat asar dan melantukan solawat.
Hingga berita ini dinaikan belum ada tanggapan dari perwakilan pemerintahan kota Tasikmalaya. Namun harapannya semoga apa yang Mahasiswa dan masyarakat inginkan segera menemui titik terang dan semoga aksi damai tersebut berjalan dengan lancar dan tertib hingga selesai. (Daffa/yanz).






