“Sedekah Masa Mlarata” 11 Tahun Gerak Sedekah Tegal Tebar Kepedulian untuk Sesama

Eko Sudianto (2 dari kiri) berfoto bersama panitia usia melaksanakan kegiatan HUT GST. (Foto : Sus)

Tegal, majalahfakta.id – GST (Gerak Sedekah Tegal) namanya terdengar tidak asing di telinga Kita. Wajar saja, Gerak Sedekah Tegal berkiprah di bidang sosial sudah sebelas tahun. Di balik nama GST yang unik itu, tersimpan gerakan kemanusiaan besar yang telah belasan tahun konsisten membantu sesama.

Seperti disampaikan Eko Sudianto, selaku ketua GST, yayasan sosial ini untuk menampung dan menyalurkan donasi, infaq, maupun sedekah dari warga Kabupaten Tegal untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan. Perjalanannya dimulai empat tahun lalu dari sebuah grup media sosial Facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT), yang kemudian menguatkan langkah dengan berbadan hukum resmi melalui akte notaris pada 16 September 2015 dengan No AHU 0013865.AH.01.04 Tahun 2015.

Kini, di usia yang ke-11 tahun, GST terus meneguhkan eksistensinya sebagai jembatan kepedulian antar sesama, ujarnya.

Visi dan Misi Kemanusiaan

Menurut Eko Sudianto yang pernah menjabat Kades Trayeman, “GST memiliki visi yang mulia, yakni mensejahterakan dhuafa yang dilandasi nilai-nilai amanah, istikamah, berempati, berkarakter dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT.”

Ditambahkan Eko, visi tersebut diwujudkan melalui misi yang terstruktur, membangun fondasi dan struktur organisasi yang kokoh, efektif dan efisien, menjalin dan mempererat ukhuwah Islamiyah, menyejahterakan dhuafa dengan ilmu dan amal, serta meningkatkan harkat dhuafa agar menjadi lebih berdaya. Moto yang diusung pun sangat khas dan membumi “Sedekah Masa Mlarata, Peduli dan Berbagi Sesama”.

Milad ke-11 Gelar Aksi Sosial Lengkap

“Dalam rangka Milad ke-11, Yayasan Gerak Sedekah Tegal menggandeng berbagai pihak, diantaranya RSI Muhammadiyah Tegal, Lazismu, Dompet Dhuafa, Harmonis Barber Shop, dan praktisi terapi bekam, untuk menggelar kegiatan sosial kemanusiaan,” urai Eko.

Berbagai layanan diberikan secara gratis untuk masyarakat, mulai dari pengobatan gratis untuk 200 pasien, santunan anak yatim, pembagian paket sembako untuk dhuafa, layanan cukur rambut gratis, hingga terapi bekam

Kegiatan tahunan ini bukan sekadar perayaan, melainkan menjadi syiar sedekah yang menjadi ruh dari gerakan GST.

Tagline “Sedekah Masa Mlarata” sendiri merujuk pada konsep sedekah dalam Al-Quran yang dikenal dengan Matematika Allah, di mana satu kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan minimal 10 hingga 700 kali lipat bahkan lebih, tuturnya.

Disampaikannya lagi, seperti yang dikisahkan dalam Kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Ghazali, ketika Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Ya Allah, ibadah apa yang paling istimewa bagiku, apakah sholatku, puasaku, atau dzikirku?” Allah menjawab, “Itu semua untuk dirimu sendiri.” Lalu Nabi Musa bertanya kembali, “Lalu apa ibadah yang paling istimewa?” Allah menjawab, “Ketika engkau membahagiakan orang lain melalui sedekah, Aku (Allah) berada di sampingnya.”

Kisah inilah yang menjadi penguat semangat bagi seluruh anggota GST untuk terus bergerak.

Melalui syiar sedekah ini, GST berharap dapat menggugah kesadaran kita semua, khususnya para anggota dan masyarakat luas, untuk belajar memberi kepada sesama dan membiasakan pola hidup sehat serta peduli.

“Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat. GST telah membuktikan bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya, cukup dengan keikhlasan untuk berbagi, maka kebahagiaan itu akan meluas ke seluruh penjuru,” pungkasnya. (sus)