Pemkot Pariaman menyalurkan seragam putih biru untuk pelajar SMP dari keluarga kurang mampu. Program ini didukung CSR Bank Nagari.
Kota Pariaman, majalahfakta.id — Seragam sekolah yang bagi sebagian keluarga menjadi kebutuhan rutin, masih dapat menjadi beban ketika biaya pendidikan harus dipenuhi dari pendapatan yang terbatas. Pemerintah Kota Pariaman mencoba mengurangi beban itu dengan menyalurkan seragam sekolah gratis kepada ratusan pelajar dari keluarga kurang mampu.
Sebanyak 423 siswa SMP negeri se-Kota Pariaman menjadi penerima program tersebut. Penyerahan perdana secara simbolis dilakukan kepada 47 siswa SMPN 7 Kota Pariaman oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di sekolah tersebut, Senin, 14 September 2026.
Yota mengatakan bantuan itu menyasar pelajar SMP negeri yang berasal dari keluarga dalam kelompok desil 1 dan 2. Paket bantuan mencakup baju seragam putih biru, celana atau rok, topi, dan dasi.
“Seragam sekolah gratis ini akan dibagikan kepada 423 siswa SMPN se-Kota Pariaman,” kata Yota dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, program seragam gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan bagi anak untuk bersekolah.
Bantuan tersebut, kata Yota, merupakan kelanjutan dari program serupa untuk siswa sekolah dasar. Sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman telah memberikan seragam gratis kepada 425 siswa kelas satu SD.
Program seragam gratis bagi pelajar SMP dan SD itu turut mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Nagari.
Yota mengatakan dukungan CSR tersebut mencakup 423 siswa SMP dan 425 siswa SD. “Ini merupakan langkah nyata Pemko Pariaman yang dibantu Corporate Social Responsibility Bank Nagari,” ujarnya.
Menurut Yota, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran keluarga, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah. Kebutuhan seragam, meski terlihat sederhana, merupakan salah satu pengeluaran yang harus dipenuhi ketika anak memasuki tahun ajaran baru.
Kebijakan itu sekaligus menunjukkan bahwa intervensi pemerintah di bidang pendidikan tidak hanya menyangkut pembangunan ruang kelas atau peningkatan kualitas pembelajaran. Kebutuhan dasar siswa juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan.
47 Siswa SMPN 7 Terima Simbolis
Sebanyak 47 siswa SMPN 7 Kota Pariaman menerima bantuan secara simbolis pada tahap awal. Penyerahan dilakukan Yota Balad didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman Yalviendri.
Dalam kesempatan itu, Yota meminta para siswa tidak menjadikan keterbatasan ekonomi keluarga sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
“Rajin belajar, percaya diri dan tetap semangat belajar untuk wujudkan cita-citanya,” kata Yota kepada para pelajar.
Program tersebut kini menghadirkan pekerjaan lanjutan bagi pemerintah daerah: memastikan bantuan benar-benar diterima siswa yang menjadi sasaran dan tidak berhenti sebagai program pembagian seragam. Efektivitasnya pada akhirnya akan terlihat dari kemampuan pemerintah menjaga akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan secara berkelanjutan.
Bagi 423 pelajar SMP penerima bantuan, seragam gratis mungkin hanya berupa pakaian sekolah. Namun bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, bantuan itu berarti satu pos pengeluaran yang berkurang—dan satu alasan lebih sedikit bagi anak untuk tertinggal dari bangku pendidikan. (SS)






