Bupati Simeulue Buka Pra PORA Pencak Silat Wilayah II, Dorong Atlet Muda Raih Prestasi hingga PON 2028

Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris secara resmi membuka Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) Cabang Olahraga Pencak Silat Wilayah II dengan pemukulan gong di Lapangan Futsal Double Cut Sport, Desa Air Dingin, pada Minggu (17/5/2026). (foto: uris/majalahfakta.id)

FAKTA – Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) Cabang Olahraga Pencak Silat Wilayah II. Acara pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Futsal Double Cut Sport, Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, pada Minggu (17/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Nasrun menekankan pentingnya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat tinggi para atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut serta menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mendukung penuh pembinaan atlet muda.

“Pemerintah Kabupaten Simeulue mendukung penuh pembinaan atlet-atlet muda. Yang terpenting adalah menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, serta terus meningkatkan prestasi,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh peserta dan ofisial untuk mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar pencak silat Aceh. Ia menaruh harapan besar agar ajang ini menjadi batu loncatan bagi atlet Aceh untuk berprestasi di kancah nasional.

“Selamat datang di Kabupaten Simeulue. Tunjukkan prestasi dengan menjunjung tinggi fair play dan menghormati setiap keputusan wasit maupun juri. Dengan semangat dan pembinaan yang baik, kita berharap atlet-atlet Aceh mampu berprestasi hingga tingkat nasional, termasuk pada PON 2028 di NTB dan NTT,” tambahnya.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Simeulue, yang disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

Sekretaris IPSI Aceh, Maszuar, S.Pd., M.M., turut hadir dan menyampaikan pesan motivasi. Ia menyamakan kedudukan pencak silat dengan seni bela diri populer dari negara lain, seperti karate dari Jepang.

“Jika Jepang bangga dengan karate, maka Indonesia juga harus bangga memiliki pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” kata Maszuar.

Ia berharap melalui Pra PORA ini akan lahir atlet-atlet terbaik yang tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Simeulue, tetapi juga Provinsi Aceh di kompetisi yang lebih tinggi.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain, Ketua DPRK Simeulue, Rasmanudin H. Rahamin, Dandim 0115/Simeulue, Qomarus Zaman, Perwakilan Danlanal Simeulue, Dandenpom Lanal Simeulue Kapten Laut (PM) Hudi Rif’an, S.H, Ketua Pengadilan Negeri Sinabang, Riswandi, S.H., M.H, Perwakilan Kejari Simeulue, Kasi PB3R Adrian Umbu Sunggah, S.H, Staf Ahli Bupati, Kasirman, S.E, Asisten I selaku ND. Sekda, Novikar Setiadi, S.STP., M.Si, Serta para Kepala SKPK, Pengurus KONI, dan Pengurus IPSI Kabupaten Simeulue.

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan solid pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga prestasi dan pelestarian budaya melalui cabang olahraga pencak silat. (Uris)