FAKTA – Gema bola kecil beradu dengan bet di Balai Desa Ardimulyo, Kamis 14 Mei 2026, menandai lahirnya Persatuan Tenis Meja Ken Arok. Bukan sekadar seremoni, peresmian klub ini langsung dibuktikan dengan Turnamen Tenis Meja sistem beregu yang mempertemukan 84 atlet dari Singosari, Lawang, hingga Purwosari.
Suasana kompetisi terasa hangat sekaligus serius. Di antara 42 pasangan yang bertanding, terlihat semangat atlet muda yang ingin mengukur kemampuan sekaligus mempererat pertemanan lintas kecamatan.
Ketua PTM Ken Arok, Budiono,S.Kep., Ners., M.M., menjelaskan bahwa hadirnya klub ini adalah jawaban atas kebutuhan wadah resmi bagi pecinta tenis meja di wilayah Singosari.
“Selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, kami ingin PTM Ken Arok menjadi tempat mengasah strategi dan mental bertanding. Di sini atlet lokal bisa tumbuh melalui kompetisi yang sehat dan kompetitif,” ujarnya.
Pernyataan itu diamini Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Ling. yang hadir langsung membuka acara. Ia menyoroti persoalan yang kerap dihadapi daerah: atlet berprestasi sering berpindah membela wilayah lain karena minimnya fasilitas dan dukungan di daerah asal.
“Pembinaan yang terintegrasi dan fasilitas yang layak adalah kunci. Kalau atlet merasa terfasilitasi di rumah sendiri, mereka tidak perlu mencari tempat lain. Olahraga harus diperkuat sejak dini agar Singosari punya representasi kuat di level kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” tegas Wellem.
Selain menjadi ajang adu prestasi, turnamen ini juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi antarwarga. Diskusi ringan di sela pertandingan menjadi bukti bahwa olahraga bisa menyatukan.
Pada akhir pertandingan, pasangan Jajang dan Khoiri keluar sebagai Juara 1 setelah mengalahkan lawan-lawannya dengan permainan konsisten. Posisi Juara 2 diraih Darwi dan Heru S., sementara predikat Juara 3 Bersama jatuh kepada pasangan Hertab-Hananto dan Sugianto-Harnawi. Para pemenang menerima piala dan uang pembinaan dengan total hadiah hingga Rp500.000 untuk juara pertama.
Peresmian PTM Ken Arok diharapkan menjadi momentum kebangkitan tenis meja di Singosari. Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tidak mungkin wilayah ini kembali menjadi barometer prestasi olahraga di Kabupaten Malang, seperti masa kejayaannya dulu. (F.1116)






