Daerah  

Bupati Mamasa Tinjau Perbaikan Pipa PDAM Mambi yang Baru Bermasalah, Warga Pepana Kecewa Dianggap Tidak Merata Hingga Menjerit

Bupati Mamasa saat melakukan peninjauan langsung perbaikan pipa PDAM Mambi. (foto: ammank-007/majalahfakta.id)

‎‎FAKTA – Situasi peninjauan pipa air bersih yang tidak merata oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa Sulawesi Barat. Bupati Mamasa meninjau langsung perbaikan pipa PDAM Mambi yang baru saja bermasalah beberapa waktu lalu.

‎‎Namun, direspon dengan kekecewaan dan kekesalan oleh warga Dusun Pepana Kelurahan Talippuki, karena penanganannya yang dianggap tidak merata dan masih fokus pada titik-titik tertentu saja.

‎‎Sebentara di Pepana, warga sudah bertahun-tahun krisis air bersih hingga menjerit dan sampai saat ini masih belum terselesaikan hingga memaksa warga berjalan 1,5 km setiap hari untuk mendapatkan air bersih dan saat ini hanya andalkan air hujan.

‎‎Hal tersebut merupakan bentuk ketimpangan pelayanan publik yang sering memicu gejolak sosial hingga menimbulkan kemarahan dan kekecewaan besar bagi warga Pepana salah satu satunya bernama Rizal Kahfi tokoh pemuda Talippuki yang dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

‎‎Ia mengatakan, jangankan meninjau bertanya pun tidak pernah dan dia juga sempat berharap bersama warga setempat bahwa Bupati setelah bergeser dari Mambi ke Pepana nyatanya tidak. Seolah hanya masalah hitungan hari yang layak ditengok, ” ungkapnya dengan rasa kesal saat memberikan keterangan pada wartawan fakta, Sabtu (9/5/2029).

‎‎Lanjut ia katakan warga Pepana bertanya ‎apakah kami bukan Mamasa?, Dan kami ‎warga Pepana hanya menuntut adil. Air adalah hak, bukan hadiah. Pemerintah seharusnya bisa hadir dan merasakan penderitaan warganya.

‎Berikut Tuntutan dan Harapan Warga Pepana:

‎‎1. Penyelesaian Permanen: Warga Pepana menuntut pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada satu titik saja tetapi melakukan perbaikan infrastruktur jaringan air secara sistematis dan menyeluruh.

‎‎2. Tindakan Cepat dan Adil: Warga Pepan berharap bupati bertindak adil dan merespons seluruh keluhan warga terdampak, bukan hanya yang berada di satu titik peninjauan.

‎‎3. Transparansi Pelayanan PDAM: Adanya tuntutan peningkatan manajemen PDAM/PERUMDA agar distribusi air merata dan tidak hanya mengalir di satu titik wilayah. 

‎‎4. Memerlukan komitmen pemerintah untuk penyediaan akses air bersih sebagai hak dasar warga. 

(Ammank-007)