TPA Suwung Ditutup, Bupati Badung Adi Arnawa Sebutkan Tempat Lain yang Disiapkan

Bupati Badung Adi Arnawa saat diwawancarai oleh wartawan. (foto: faiz/majalahfakta.id)

FAKTA – Dengan ditutupnya TPA Suwung yang benar terjadi, membuat masyarakat di wilayah Bali kebingungan dengan solusi yang diberikan oleh pihak pemerintah dengan dalih masyarakat telah membayar pajak khususnya di Kabupaten Badung. I Wayan Adi Arnawa selaku Bupati Badung menjawab kebingungan masyarakat untuk pengelolaan sampah berbasis sumber usai membuka Musrenbang RKPD 2027 pada Senin sore (30/3/2026).

Adi Arnawa menyebut edukasi masyarakat menjadi salah satu solusi untuk pemilahan sampah berbasis sumber. Demikian dengan kebingungan masyarakat untuk pembuangan sampah organik mengingat TPA Suwung hanya akan menerima sampah residu per tanggal 1 April besok. Ia menyebut beberapa tempat penimbunan sampah organik yang sudah dicacah maupun yang sudah menjadi kompos.
“Kita sudah menyiapkan beberapa tempat kemana sampah organik, misalnya seperti di Sangeh, di Canggu, termasuk juga tanah pemda yang dijadikan lahan parkir..itu akan kita pakai untuk nimbun sampah organik yang sudah dicacah, yang sudah menjadi kompos,” kata Adi Arnawa kepada wartawan.

“Termasuk ada tempat-tempat lain yang akan kita siapkan. Mudah-mudahan dengan demikian, persoalan sampah organik mau dibawa kemana, itu bisa diselesaikan di Badung,” lanjutnya.

Adi Arnawa juga menjelaskan alasan dianjurkannya pemilahan sampah berbasis sumber dikarenakan saat ini sudah tidak lagi diperbolehkan adanya pendirian TPA baru, khususnya di wilayah Bali. Ia mengungkap pihak pemerintah Kabupaten Badung tengah memproses penanganan sampah non-organik agar bisa menjadi nilai ekonomis, hingga residu.

Hal tersebut juga merujuk pada masa transisi yang akan dilakukan oleh Danantara, Adi Arnawa berharap persoalan sampah bisa dikurangi dengan indikator minimal seperti jumlah sampah yang tiba di pusat bisa turun. (fa)