banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

SELEP KELILING IDAMAN PARA PETANI

1.023 views
SELEP KELILING IDAMAN PARA PETANI
Fakrul dengan selep kelilingnya. (Foto: F.955)


SEIRING perkembangan zaman modernisasi maka banyak peninggalan nenek-moyang (Endatu) mulai tersingkir ke belakang. Padahal orang zaman dulu lebih handal merancang berbagai bentuk alat secara manual tanpa menggunakan alat teknologi yang canggih, hanya mengandalkan akal pikiran dan logika, sehingga hasil karya tangan itu dapat dimanfaatkan hingga anak-cucu-cicit.

Tapi, hasil karya Endatu itu mulai terlindas oleh ikon pemikiran global yang berkembang sehingga penggunaan alat teknologi modern pun ikut ngetren. Masyarakat mulai antusias melirik “selep keliling”. “Selep keliling” atau mesin perontok padi keliling itu sangat diminati para petani. Begitulah ungkapan Fakrul, 25, salah seorang pekerja selep keliling, warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. “Selep keliling sangat dibutuhkan para petani sebagai sarana mesin penggilingan padi berjalan,” katanya.

Menurut Fakrul, keberadaan selep keliling sangat bermamfaat bagi petani di Aceh, terutama petani yang tempat tinggalnya jauh dari tempat penggilingan gabah. Selain itu tidak sulit lagi membawa gabah kering ke tempat penggilingan yang menghabiskan waktu lama. Tukang selep keliling pun ikut membantu pemilik gabah untuk mengambil gabah mereka di tempat jemuran. “Biasanya gabah dijemur di halaman rumah menggunakan terpal,” jelasnya,

Beberapa tahun lalu, kira-kira sebelum tahun 2012, para petani masih harus membawa karung-karung berisi gabah kering menuju tempat penggilingan padi. Tidak jarang pula ada yang susah-payah mengangkut satu demi satu karung gabah keringnya menggunakan sepeda tua. Cara demikian tentunya membuat para petani padi di Aceh kerepotan. Namun, sekarang ini para petani padi di Aceh tak perlu lagi kerepotan untuk menggilingkan gabah keringnya. Hal ini dikarenakan adanya “Selep Keliling”, yaitu sebuah mobil yang dimodifikasi dengan mesin penggiling padi.

SELEP KELILING IDAMAN PARA PETANI
Fakrul dengan selep kelilingnya. (Foto: F.955)

Giling padi keliling biasanya berkeliling mulai sekitar jam 10 pagi hingga sore hari. Prosesnya pun tidaklah rumit. Pertama, karung beras ditimbang untuk menentukan berapa jumlah uang yang harus dibayar sebagai imbalannya atau ongkosnya. Namun, apabila “dedak” yang dihasilkan dari menggiling padi itu tidak diambil oleh petani, maka petani tersebut tidak perlu membayar ongkosnya. “Semoga dengan adanya selep keliling ini mampu membantu meringankan kerja petani,” harapnya.

Mesin penggiling padi keliling ini dengan design mobil dan sangat bermanfaat sekali sebagai usaha penggilingan padi keliling sehingga para pengusaha pertanian tidak perlu lagi membawa hasil panen padi ke tempat penggilingan padi. Dengan mesin penggilingan padi berdesign mobil ini sangat cocok untuk anda yang berada di kawasan pertanian padi. (F.955)R.26