FAKTA – Ruang baca SDN 8 Pseksu Sungguh memperhatikan adanya ratusan kelelawar kata orang Palembang kelambit yang bergelantungan diatas plafon parahnya lagi hingga kini belum ada perbaikan ruang baca SDN 8 Pseksu ini, anggaran di Dinas Pendidikan Lahat Milyaran Rupiah, sempat diusulkan oleh pihak sekolah namun hingga sekarang belum diperbaiki.
Seharusnya jadi tempat menimba ilmu, perpustakaan SDN 8 Pseksu di Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat justru berubah jadi sarang hewan.
Sudah 3 tahun gedung perpustakaan ini tidak bisa difungsikan. Ribuan kelelawar menghuni ruangan tersebut. Kotoran kelelawar berserakan di lantai dan dinding, serta menimbulkan bau busuk yang menyengat sumber penyakit
Kondisi ini membuat siswa kehilangan fasilitas penting untuk belajar dan membaca. Selain tidak nyaman, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kesehatan.
Kepala SDN 8 Pseksu, Nur Hasansi mengaku sudah berkali-kali mengajukan usulan perbaikan kepada pihak terkait.
Proposal sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat dan anggota DPRD. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata.
“Kami sangat berharap pihak terkait segera merespon, agar gedung bisa dibersihkan dan diperbaiki. Anak-anak butuh tempat baca yang layak. Jangan sampai mereka terganggu karena fasilitas yang rusak,“ kata Nur Hasansi.
Keresahan juga dirasakan warga dan orang tua siswa. Mereka mendesak Pemerintah Daerah segera turun tangan agar perpustakaan bisa kembali digunakan.
Dengan kondisi saat ini, kegiatan literasi siswa terpaksa dialihkan ke ruang UKS yang jauh dari kata layak.
Harapannya, perhatian serius segera diberikan agar anak-anak SDN 8 Pseksu bisa kembali belajar di fasilitas yang sehat dan memadai.(Bambang MD)






