Daerah  

Protes Forkom SSB Bali Berbuah Hasil, Pembuangan Sampah ke TPA Suwung Kembali Dibuka

Ketua SSB Bali Wayan Suarta (baju hitam) bersama Sekretarisnya Wayan Teddy Prapanca. (foto : fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Aksi protes yang dilayangkan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB Bali) pada Kamis (16/4/2026) akhirnya membuahkan hasil signifikan. Setelah melalui diskusi yang alot dengan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah daerah terkait, izin pembuangan sampah ke TPA Suwung resmi diberikan kembali dengan skema khusus.

Sekretaris SSB Bali, Wayan Tedy Prapanca, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut tercapai tepat pukul 11:46 WITA usai berdialog langsung dengan Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung. Meskipun diskusi berjalan sangat dinamis, pemerintah akhirnya memberikan “lampu hijau” bagi swakelola sampah untuk masuk ke TPA Suwung.

Dalam proses negosiasi, pihak SSB awalnya mengusulkan jadwal pembuangan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Namun, keputusan final diambil setelah Gubernur Bali melakukan koordinasi langsung via telepon dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Setelah Pak Gubernur menelepon Pak Menteri, disepakati izin pembuangan sampah diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu. Mulai besok, armada sudah diperbolehkan masuk ke TPA Suwung dari jam 08.00 pagi hingga jam 20.00 malam,” jelas Wayan Tedy Prapanca.

Meski menilai angka tiga kali seminggu lebih ideal untuk mencegah penumpukan, Tedy mengaku tetap bersyukur atas kebijakan transisi ini sebagai solusi jangka pendek bagi masyarakat.

Senada dengan Tedy, Ketua SSB Bali I Wayan Suarta menekankan pentingnya frekuensi pembuangan ini untuk menangani sampah organik, terutama sampah basah yang sangat cepat menumpuk dan menimbulkan bau jika tidak segera diangkut. Keringanan akses ke TPA Suwung ini diberikan dengan batas waktu hingga akhir bulan Juli 2026.

“Sampah organik basah ini yang paling krusial. Meski hanya dua kali seminggu dan harinya masih akan ditentukan, ini sudah sangat membantu menjawab kebingungan masyarakat terkait tumpukan sampah yang selama ini macet,” ujar Wayan Suarta.

Pihak SSB Bali berharap operasional di TPA Suwung tetap stabil tanpa kendala teknis selama masa uji coba hingga Juli mendatang.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, puluhan sopir armada sampah yang sebelumnya melakukan aksi protes akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (fa)