Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Kabid Propam, dan Karo SDM Polda Sumbar Berganti; Mutasi Disebut sebagai Penyegaran Organisasi
Padang, majalahfakta.id — Empat posisi strategis di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Barat berganti penghuni. Untuk pertama kalinya sejak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menjabat Kapolda Sumbar, rotasi dan mutasi pejabat utama dilakukan sekaligus pada sejumlah bidang yang memiliki peran penting dalam penegakan hukum, pengawasan internal, serta pengelolaan sumber daya manusia kepolisian.
Serah terima jabatan empat pejabat utama tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy di Ruang Rapat Utama (Rapattama), Ruang Jenderal Soekanto, lantai IV Mapolda Sumbar, Selasa, 29 September 2026.
Keempat jabatan yang berganti adalah Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam), serta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM).
Juru bicara Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan pergantian tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan penyegaran organisasi.
“Ada empat pejabat utama Polda berganti dengan yang baru, sedangkan yang lama mendapat penugasan di tempat lain,” kata Susmelawati kepada pers, Rabu, 30 September 2026.
Menurut dia, mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan tidak berkaitan dengan alasan lain di luar pembinaan serta penyegaran organisasi.
“Ini bagian dari pembinaan dan penyegaran organisasi di lingkungan Polda Sumbar, jadi tidak ada alasan lain-lain,” ujarnya.
Pergantian pertama terjadi pada posisi Dirreskrimum Polda Sumbar. Jabatan tersebut kini ditempati AKBP Umar, menggantikan Kombes Pol. Teddy Fanani.
Teddy selanjutnya mendapat penugasan sebagai Dosen Kepolisian Madya Tingkat II pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Umar sebelumnya memiliki pengalaman sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur. Ia menjadi satu-satunya pejabat baru dalam empat posisi tersebut yang masih berpangkat AKBP.
Pergantian berikutnya terjadi pada direktorat yang menangani perkara pidana khusus. Dirreskrimsus Polda Sumbar kini dijabat Kombes Pol. Siswantoro.
Siswantoro sebelumnya menduduki posisi Kabid Propam Polda Sumbar. Ia menggantikan Kombes Pol. Andry Kurniawan yang mendapat penugasan baru di STIK Lemdiklat Polri.
Perpindahan Siswantoro sekaligus membuka posisi Kabid Propam yang kemudian diisi pejabat baru.
Posisi Kabid Propam Polda Sumbar kini ditempati Kombes Pol. Tony Pantano. Sebelum ditugaskan ke Sumatera Barat, Tony merupakan Kabid Propam Polda Papua Barat.
Propam merupakan salah satu unsur penting dalam struktur kepolisian karena berkaitan dengan pembinaan profesi dan pengamanan internal, termasuk pengawasan terhadap perilaku serta disiplin anggota Polri.
Dengan masuknya Tony, terjadi perubahan kepemimpinan pada bidang pengawasan internal Polda Sumbar setelah pejabat sebelumnya, Siswantoro, bergeser menjadi Dirreskrimsus.
Sementara itu, jabatan Karo SDM Polda Sumbar kini ditempati Kombes Pol. Wahyu Rohadi. Ia sebelumnya bertugas sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tingkat III pada SSDM Polri.
Wahyu menggantikan Kombes Pol. Anissullah M. Ridha yang mendapat penugasan baru sebagai Karo SDM Polda Sumatera Selatan.
Rangkaian rotasi tersebut membuat perubahan tidak hanya terjadi pada satu direktorat. Empat bidang sekaligus mengalami pergantian pimpinan, mulai dari reserse kriminal umum dan khusus, pengawasan internal, hingga manajemen sumber daya manusia.
Polda Sumbar menyebut mutasi tersebut sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Penempatan pejabat baru juga menjadi bagian dari dinamika penugasan di tubuh Polri.
Dalam struktur Polda, posisi Dirreskrimum dan Dirreskrimsus memiliki peran penting dalam penanganan perkara pidana umum dan tindak pidana khusus. Sementara Kabid Propam berkaitan dengan pengawasan internal, sedangkan Karo SDM menangani aspek pembinaan personel.
Serah terima jabatan pada Selasa lalu menandai dimulainya tugas para pejabat baru tersebut di lingkungan Polda Sumbar.
Polda Sumbar belum menyampaikan perubahan kebijakan atau target khusus yang akan dibawa masing-masing pejabat baru setelah menempati posisi tersebut. Yang ditegaskan kepolisian adalah bahwa pergantian dilakukan sebagai bagian dari pembinaan dan penyegaran organisasi.
Mutasi ini menjadi rotasi dan mutasi pejabat utama pertama sejak Djati Wiyoto Abadhy memimpin Polda Sumbar. Kini, empat pejabat baru akan menjalankan fungsi strategisnya di tengah tuntutan penegakan hukum, pengawasan internal, dan pembinaan personel di wilayah Sumatera Barat. (SS)






