Partai Hanura Kalbar Percepat Konsolidasi, Siapkan Struktur Partai Hadapi Pemilu 2029

Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura sekaligus Ketua Tim Tas Force, Patric Rio Capella.

Pontianak, majalahfakta.id — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai mempercepat konsolidasi organisasi dan pematangan strategi politik menghadapi Pemilu 2029.Penguatan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi salah satu agenda yang tengah dikebut Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat.

Wakil Ketua Umum DPP Hanura sekaligus Ketua Tim Task Force, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi dilakukan lebih awal agar partai memiliki waktu yang cukup untuk membenahi struktur, memetakan daerah pemilihan (dapil), serta menyeleksi figur yang berpotensi maju sebagai calon anggota legislatif.

Rangkaian konsolidasi tersebut sebelumnya dimulai dari Banten pada Agustus 2026 dan terus bergerak ke berbagai provinsi.

JPNN melaporkan agenda konsolidasi DPP Hanura ditujukan untuk mempercepat pembentukan struktur sekaligus membangun kesiapan menghadapi Pemilu 2029.

Di Kalimantan Barat, jajaran DPD dan DPC Hanura se-kabupaten/kota turut mengikuti konsolidasi bersama para legislator Hanura. Rio mengatakan pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan struktur sekaligus memastikan mesin organisasi siap bekerja menghadapi tahapan politik mendatang.

Selain membahas konsolidasi internal, Rio menyoroti profesionalisme penyelenggara Pemilu.

“Kualitas demokrasi tidak hanya bergantung pada kesiapan partai politik, tetapi juga pada penyelenggara Pemilu yang bekerja sesuai aturan dan kewenangannya,” jelas Patrice.

Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Barat, Dian Eka Muchairi, S.H., M.M., mengatakan, penguatan struktur organisasi juga diarahkan untuk mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik di daerah.

Menurut Dian, “Peningkatan perolehan kursi legislatif diharapkan dapat memperluas ruang politik Hanura untuk mengusung kader dalam pemilihan kepala daerah.”

Di sisi lain, Hanura juga menyampaikan pandangan mengenai desain regulasi Pemilu dan pentingnya profesionalisme penyelenggara.

Dengan demikian, persiapan partai tidak hanya diarahkan pada penguatan mesin organisasi, tetapi juga pada penyesuaian strategi terhadap perkembangan regulasi Pemilu.

Bagi Hanura, konsolidasi sejak awal menjadi instrumen untuk membangun struktur partai yang lebih siap menghadapi tahapan politik 2029, sementara keputusan mengenai pencalonan dan strategi elektoral akan mengikuti perkembangan regulasi serta keputusan internal partai. (*)